Kabut Asap Bertahan, Udara Pekanbaru Masih Masuk Kategori Tidak Sehat

Kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kabut asap masih tampak menggantung di langit Kota Pekanbaru, Kamis (18/9/2026) siang. Saat yang sama, kualitas udara di ibu kota Provinsi Riau masih berada dalam kategori tidak sehat.

Pantauan IQAir pukul 12.00 WIB menunjukkan angka Air Quality Index (AQI) Pekanbaru mencapai 159 berdasarkan skala US AQI. Angka tersebut menggambarkan kondisi udara yang perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara.

Partikel halus PM2.5 menjadi polutan utama yang terpantau. Konsentrasinya mencapai 67,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

PM2.5 Masih Tinggi di Tengah Kabut Asap
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi salah satu faktor yang membuat kualitas udara Pekanbaru bertahan pada level tidak sehat. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat bertahan di udara dan ikut terhirup ketika masyarakat beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga :  Dampak Kabut Asap Karhutla Riau, 14 Hari Tercatat 11.370 Kasus ISPA

Kabut asap juga masih terlihat di sejumlah kawasan Kota Pekanbaru. Kondisi ini membuat jarak pandang dan kenyamanan masyarakat dapat terganggu, terutama ketika lapisan asap semakin pekat.

Data IQAir pada waktu pemantauan mencatat suhu udara Pekanbaru sekitar 31 derajat Celsius dengan kelembapan 64 persen.

Salah satu kondisi yang patut diperhatikan adalah kecepatan angin yang hanya berada di kisaran 3 kilometer per jam.

Angin yang bergerak lambat dapat membuat asap dan partikel polutan tidak cepat berpindah dari suatu wilayah. Jika sumber asap masih berada di sekitar Pekanbaru, kondisi tersebut dapat menyebabkan konsentrasi polutan bertahan lebih lama di udara.

Baca Juga :  Kasus DBD di Inhu Tembus 235 Kasus, Agustus Jadi Bulan dengan Lonjakan Tertinggi

Situasi kualitas udara ini juga membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan perubahan kondisi atmosfer, terutama saat kabut asap mulai terlihat semakin tebal.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Masyarakat, khususnya kelompok yang sensitif terhadap paparan polusi udara, disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi kabut asap memburuk.

Pemantauan kualitas udara secara berkala juga dapat membantu masyarakat menentukan waktu yang lebih aman untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Ketika udara terlihat semakin keruh atau kabut asap menebal, aktivitas di ruang terbuka sebaiknya dikurangi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara di Pekanbaru masih perlu mendapat perhatian, terlebih ketika konsentrasi PM2.5 dan angka AQI berada pada level yang tidak sehat. (bsh)