3.227 Hotspot Masih Kepung Sumatera, 71 Titik Berada di Riau

BMKG mendeteksi 71 hotspot di Riau pada Jumat pagi. Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, mencapai 41 titik. (Foto: FokusRiau.Com)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih perlu diwaspadai. Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jumat (18/9/2026) pagi menemukan 71 titik panas atau hotspot yang tersebar di delapan kabupaten dan kota.

Dari seluruh wilayah Riau, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi. Sebanyak 41 titik panas terpantau berada di wilayah tersebut.

Data itu muncul di tengah kondisi cuaca Riau yang masih berpotensi diguyur hujan di sejumlah daerah. BMKG juga mengeluarkan peringatan terhadap peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir P. mengatakan, hotspot di Riau tersebar pada beberapa wilayah.

“Sementara itu, Riau terpantau memiliki 71 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten dan kota,” kata Yasir.

Sebaran titik panas di Riau tidak merata. Inhu menjadi daerah dengan jumlah hotspot paling banyak, yakni 41 titik.

Baca Juga :  26 Izin Perusahaan Dibekukan, Kemenhut Bongkar Penanganan 46 Kasus Karhutla

Kabupaten Kampar berada di urutan berikutnya dengan delapan titik. Indragiri Hilir menyusul dengan tujuh titik, kemudian Siak lima titik dan Kota Dumai empat titik.

Hotspot juga terdeteksi di Pelalawan sebanyak tiga titik, Rokan Hilir dua titik, serta Rokan Hulu satu titik.

Kemunculan hotspot tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan karhutla karena titik panas dapat menjadi indikator awal adanya aktivitas pembakaran atau kebakaran, meski keberadaan hotspot tidak otomatis berarti telah terjadi kebakaran di setiap titik.

Kondisi di Inhu juga patut dicermati. Beberapa hari sebelumnya, wilayah ini sempat menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di Riau. Pada 16 September, misalnya, BMKG mencatat 84 hotspot di Inhu dari total 115 titik yang terdeteksi di Riau.

Ribuan Hotspot Masih Terdeteksi di Sumatera
Persoalan titik panas pada Jumat pagi tidak hanya terjadi di Riau. BMKG memantau 3.227 hotspot di sejumlah wilayah Sumatera.

Baca Juga :  Mentan Amran Salurkan Bantuan Beras untuk 619 Ribu Warga Riau, Pekanbaru Dapat 1.814 Ton

Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas paling besar, mencapai 2.283 titik. Bangka Belitung berada di angka 339 titik, disusul Jambi 299 titik dan Lampung 218 titik.

Hotspot juga terpantau di Kepulauan Riau sebanyak 10 titik, Sumatera Utara enam titik dan Bengkulu satu titik.

Besarnya jumlah hotspot di sejumlah provinsi Sumatera menunjukkan bahwa pemantauan karhutla masih menjadi perhatian lintas wilayah.

Hujan Berpeluang Bantu Tekan Risiko Karhutla
Di tengah munculnya puluhan hotspot di Riau, peluang hujan masih terbuka pada sejumlah waktu dan wilayah.

Jumat pagi, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Bengkalis dan Dumai. Potensi hujan kemudian dapat meluas pada siang hingga sore ke Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hilir dan Rokan Hulu.

Malam hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Riau. Kondisi serupa juga masih mungkin berlangsung pada dini hari di Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Kepulauan Meranti dan Rokan Hilir.

Baca Juga :  Hujan Disertai Petir Berpotensi Guyur Pekanbaru dan Sejumlah Daerah di Riau

BMKG mengingatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang pada sejumlah periode.

Wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut mencakup Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Dumai dan Pekanbaru. Peringatan dini BMKG untuk Riau pada 18 September juga tercatat dalam sistem resmi BMKG. (zul)