Alarm Karhutla di Riau: 7 Hotspot Masih Terdeteksi, Sumsel Tembus 2.196 Titik

Manggala Agni berjibaku memadamkan karhutla di Inhil, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Manggala Agni)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Titik panas atau hotspot, Senin (5/10/2026) pagi masih terdeteksi di sejumlah wilayah Riau. Data pemantauan pukul 23.00 WIB malam tadi menunjukkan, tujuh hotspot tersebar di lima kabupaten.

Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan temuan hotspot terbanyak. Tiga titik panas terpantau di kabupaten tersebut.

Forecaster On Duty BMKG, Ranti Kurniati menyampaikan, data tersebut berdasarkan hasil pemantauan hotspot. Titik panas lainnya terdeteksi masing-masing satu titik di Kuantan Singingi, Pelalawan, Kampar dan Indragiri Hulu.

Temuan ini muncul ketika sebagian wilayah Riau juga masih berpotensi mengalami hujan dan kondisi udara kabur akibat pengaruh asap.

Dari tujuh titik panas yang terpantau di Riau, tiga di antaranya berada di Indragiri Hilir.

Sementara empat titik lainnya tersebar di Kuantan Singingi, Pelalawan, Kampar dan Indragiri Hulu.

Sebaran hotspot tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan. Namun, keberadaan titik panas belum dapat langsung diartikan sebagai lokasi kebakaran dengan luasan tertentu.

Baca Juga :  61 Hotspot Terdeteksi di Riau, Inhil Jadi Daerah dengan Titik Panas Terbanyak

Hotspot adalah titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit. Data tersebut perlu dikombinasikan dengan informasi lapangan serta kondisi atmosfer untuk memastikan kejadian yang sebenarnya.

“BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca, khususnya di wilayah yang masuk dalam peringatan dini,” ujar Ranti.

2.196 Hotspot di Sumsel
Jika melihat kawasan Sumatera, jumlah titik panas jauh lebih tinggi. Pemantauan hingga waktu yang sama mencatat 2.804 hotspot.

Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas paling banyak, mencapai 2.196 titik.

Bangka Belitung berada di urutan berikutnya dengan 296 titik. Lampung tercatat 185 titik dan Jambi sebanyak 114 titik.

Baca Juga :  61 Hotspot Terdeteksi di Riau, Inhil Jadi Daerah dengan Titik Panas Terbanyak

Hotspot juga terpantau di Sumatera Barat sebanyak tiga titik, Kepulauan Riau dua titik dan Bengkulu satu titik.

Tingginya jumlah hotspot di sejumlah wilayah Sumatera membuat perkembangan cuaca dan arah angin menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi udara.

Hotspot Tak Selalu Berarti Kebakaran
BMKG mengingatkan agar data hotspot tidak langsung disamakan dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Titik panas yang tertangkap satelit adalah indikator awal. Sumber panas dan luasan area yang terdampak tetap membutuhkan verifikasi lebih lanjut.

Kondisi atmosfer juga berpengaruh terhadap kualitas udara. Asap yang berada di suatu wilayah dapat mengalami pergerakan mengikuti arah serta kecepatan angin.

Karena itu, perubahan angin dan kondisi cuaca dapat memengaruhi tingkat kekaburan udara di Riau.

Pada Senin (5/10/2026), BMKG juga memprakirakan hujan ringan hingga sedang meluas di hampir seluruh wilayah Riau, terutama pada sore sampai malam hari.

Baca Juga :  61 Hotspot Terdeteksi di Riau, Inhil Jadi Daerah dengan Titik Panas Terbanyak

Hujan tersebut berpotensi membantu menekan kondisi panas di sejumlah wilayah. Namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir dan angin kencang di beberapa daerah.

“BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca, khususnya di wilayah yang masuk dalam peringatan dini. Warga juga diminta berhati-hati terhadap potensi petir dan angin kencang saat hujan terjadi,” imbaunya. (mcr)