PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Langit Riau berpotensi berubah muram, Kamis (29/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, memperingatkan kemungkinan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir dan Pekanbaru.
Hujan diprakirakan meluas sejak siang dan menjangkau sebagian besar wilayah Riau pada sore hingga malam. Kondisi ini perlu diantisipasi masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan antardaerah.
Meski hujan menjadi gambaran utama cuaca hari ini, intensitas dan waktu turunnya diprakirakan berbeda di setiap wilayah.
Pagi hari, peluang hujan ringan masih terbatas di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar.
Perubahan diperkirakan terjadi menjelang siang. Hujan ringan hingga sedang berpeluang membasahi Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti dan Kota Dumai.
Memasuki sore dan malam, cakupan hujan diprakirakan semakin luas hingga sebagian besar wilayah Riau. Sementara itu, dini hari hujan dengan intensitas serupa masih berpeluang turun di sebagian Kabupaten Indragiri Hulu.
Forecaster BMKG Pekanbaru, Yasir P. mengingatkan masyarakat, supaya mengikuti perkembangan informasi cuaca, khususnya di daerah yang masuk dalam peringatan dini.
Hujan yang datang bersama petir dan angin kencang dapat memengaruhi kelancaran perjalanan serta kegiatan masyarakat sehari-hari.
Suhu Mencapai 33 Derajat Celsius
Di tengah peluang hujan, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar 23–33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan berada pada rentang 60-100 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.
Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, perubahan cuaca perlu diperhatikan sejak pagi. Pengendara juga disarankan meningkatkan kewaspadaan ketika hujan mengurangi jarak pandang atau membuat permukaan jalan licin.
Untuk kondisi perairan Riau diprakirakan relatif rendah, dengan tinggi gelombang berkisar 0,5-1,25 meter.
Meski berada dalam kategori rendah, masyarakat yang beraktivitas di laut tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan. Perubahan cuaca setempat dapat memengaruhi kondisi pelayaran.
Nihil Hotspot di Riau
Di sisi lain, pemantauan titik panas atau hotspot hingga pukul 23.59 WIB mencatat tidak ada titik panas yang terdeteksi di wilayah Riau.
Sementara itu, total hotspot di Sumatera mencapai 42 titik. Sebanyak 24 titik terpantau di Bangka Belitung, 16 titik di Sumatera Selatan, dan dua titik di Lampung.
Data tersebut menunjukkan bahwa pada waktu pemantauan itu, titik panas yang terdeteksi terkonsentrasi di tiga provinsi tersebut, bukan di Riau.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem agar terus memantau informasi terbaru. Kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama pada siang hingga malam ketika hujan diprakirakan meluas dan berpotensi disertai petir maupun angin kencang. (mcr)





