Guyuran Hujan Bawa Perubahan, Kualitas Udara Pekanbaru Kini Membaik

Hujan mengguyur Pekanbaru hingga dinihari. Kualitas udara membaik dan berada di kategori sedang setelah lima hari sangat tidak sehat. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak malam sampai Sabtu (19/9/2026) dini hari tadi membawa perubahan signifikan terhadap kualitas udara.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Pekanbaru pada pukul 07.00 WIB tercatat 9,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut masuk kategori Baik dalam indeks kualitas udara PM2.5 BMKG. Kategori Baik berada pada rentang 0–15,5 µg/m³, sedangkan kategori Sedang berada pada kisaran 15,6–55,4 µg/m³.

Perbaikan kualitas udara terjadi setelah Pekanbaru beberapa hari sebelumnya dilanda kabut asap dengan kondisi udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat.

Hujan turun di sejumlah kawasan Kota Pekanbaru sejak malam hingga dinihari. Kondisi tersebut membantu menekan konsentrasi partikulat di udara sehingga kualitas udara pada Sabtu pagi kembali berada pada level baik.

Baca Juga :  3.227 Hotspot Masih Kepung Sumatera, 71 Titik Berada di Riau

Data BMKG menunjukkan, pukul 07.00 WIB PM2.5 Pekanbaru berada di angka 9,9 µg/m³. Angka ini masih jauh di bawah batas atas kategori Baik versi BMKG, yakni 15,5 µg/m³.

Perubahan tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat Pekanbaru yang sebelumnya menghadapi kondisi udara buruk akibat kabut asap.

Bersyukur Hujan Turun
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyambut baik turunnya hujan. Menurutnya, hujan sangat membantu memperbaiki kondisi udara setelah hampir sepekan Pekanbaru minim hujan.

“Alhamdulillah hujan di Kota Pekanbaru, sehingga kualitas udara jadi membaik,” ujar Agung.

Meski angka PM2.5 telah turun, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap ancaman kabut asap telah berakhir.

Baca Juga :  Perkara Suap Jabatan Kuansing, Sekda Zulkarnain Didakwa Beri Pajero dan Land Cruiser ke Suhardiman Amby

Agung meminta warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Api yang tidak terkendali dapat merambat ke kawasan lain dan memicu kebakaran lahan.

“Apalagi kebakaran lahan bisa menimbulkan kabut asap, maka kami mengimbau warga tetap waspada, jangan membakar lahan sembarangan,” katanya.

Membaiknya kualitas udara pada Sabtu pagi menjadi kabar baik, tetapi kondisi lingkungan tetap perlu dipantau. Perubahan cuaca, arah angin, maupun munculnya titik api dapat memengaruhi kualitas udara.

Agung mengingatkan kelompok rentan, seperti balita, anak-anak dan lanjut usia, agar tetap memperhatikan kondisi udara. Jika kabut asap kembali muncul, aktivitas di luar ruangan dapat dikurangi.

Baca Juga :  Hujan Disertai Petir Berpotensi Guyur Pekanbaru dan Sejumlah Daerah di Riau

Warga yang mengalami keluhan pernapasan juga diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan. Puskesmas terdekat dapat menjadi pilihan ketika muncul gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Hujan yang turun pada malam hingga dinihari setidaknya memberikan jeda dari kondisi udara buruk yang sebelumnya melanda Pekanbaru. Namun, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan tetap diperlukan agar kualitas udara yang telah membaik dapat dipertahankan. (trp)