SIAK, FOKUSRIAU.COM-Pemerintah Kabupaten Siak terus mengejar penyelesaian pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari 131 koperasi yang masuk dalam target program, sebanyak 79 unit telah dibangun dan 76 di antaranya kini sudah rampung secara fisik.
Upaya mempercepat program tersebut mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Riau. Dana dekonsentrasi itu diarahkan untuk mempercepat verifikasi dan validasi (verval), sekaligus memperkuat koordinasi serta tata kelola KDKMP di Kabupaten Siak.
Dukungan tersebut diharapkan membantu pemerintah daerah menuntaskan pekerjaan yang masih tersisa, mulai dari penyelesaian pembangunan hingga pembenahan administrasi dan legalitas koperasi.
Pembangunan Berjalan, Verifikasi Masih Berlanjut
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Siak, Tengku Musa mengungkap, perkembangan program KDKMP di daerahnya telah mencapai sejumlah tahapan.
Dari 79 koperasi yang sudah dibangun, sebanyak 76 unit telah menyelesaikan pekerjaan fisik hingga 100 persen. Sementara itu, 51 KDKMP dinyatakan telah menuntaskan tahapan verifikasi dan validasi administrasi serta legalitas.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan pembangunan dan penataan kelembagaan berjalan beriringan. Namun, pemerintah daerah masih perlu memastikan seluruh target dapat diselesaikan sesuai rencana, termasuk koperasi yang belum menuntaskan tahapan pembangunan maupun verifikasi.
Dengan dukungan anggaran yang diterima, Pemkab Siak berharap proses penyelesaian program dapat berlangsung lebih cepat, terarah, dan terukur.
Pemprov Riau Salurkan Dukungan Anggaran
Dukungan untuk mempercepat program KDKMP itu ditandai dengan penyerahan dokumen alokasi anggaran kepada 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyerahkan dokumen tersebut kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, dalam acara Penyerahan Alokasi Anggaran Dukungan Verifikasi dan Validasi Daerah serta Penguatan Tugas dan Fungsi Project Management Officer (PMO) KDKMP Provinsi Riau Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Central Hotel Pekanbaru, Jumat (9/10/2026).
Anggaran ini ditujukan untuk mendukung pemeriksaan kondisi fisik dan kelengkapan administrasi koperasi. Penguatan peran Project Management Officer (PMO) juga diharapkan membuat koordinasi pendampingan lebih efektif, sehingga berbagai kendala dalam pelaksanaan program dapat ditangani dengan lebih baik.
Diharapkan Menggerakkan Ekonomi Desa
Bagi Pemkab Siak, pengembangan KDKMP tidak berhenti pada pembangunan gedung. Koperasi juga diharapkan tumbuh sebagai lembaga ekonomi yang mampu membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di desa maupun kelurahan.
Karena itu, penyelesaian fisik perlu berjalan seiring dengan kepastian administrasi, legalitas, dan kesiapan operasional. Bangunan yang telah berdiri harus didukung tata kelola yang baik agar koperasi dapat menjalankan kegiatan usaha secara profesional dan berkelanjutan.
Pemkab Siak menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan KDKMP melalui percepatan pembangunan dan penuntasan proses verifikasi serta validasi.
Dengan dukungan anggaran dari Pemprov Riau, pemerintah daerah berharap target yang belum tercapai dapat segera dituntaskan. Langkah berikutnya adalah memastikan koperasi yang telah dibangun benar-benar siap beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Siak. (Inf)






