SIAK, FOKUSRIAU.COM-Bupati Afni Zulkifli mengungkapkan, Kabupaten Siak mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,87 persen, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,40 persen.
Namun di balik capaian tersebut, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah dalam memperluas kesempatan kerja, menyusul tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 5,30 persen tahun 2025.
Gambaran pembangunan itu disampaikan Afni dalam Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Siak, Senin (12/10/2026) di Gedung DPRD Siak. Sidang dibuka Ketua DPRD Indra Gunawan, dihadiri perwakilan Plt. Gubernur Riau, Ronni Rakhmat.
Di hadapan anggota DPRD dan undangan, Afni memaparkan sejumlah indikator makro yang mencerminkan perkembangan daerah.
Ditegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Secara umum, berbagai indikator makro menunjukkan bahwa Kabupaten Siak berada pada arah pembangunan yang positif,” kata Afni dalam pidatonya.
Pertumbuhan Ekonomi Harus Membuka Lapangan Kerja
Pertumbuhan ekonomi Siak tercatat meningkat 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bergeraknya kegiatan produksi dan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu memastikan pertumbuhan itu diikuti terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih luas.
Data 2025 mencatat tingkat pengangguran terbuka di Siak sebesar 5,30 persen. Bagi pemerintah daerah, angka ini menjadi tantangan yang harus dijawab melalui penguatan sektor usaha dan peningkatan kesempatan kerja.
Afni menilai, dunia usaha dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mendapat dukungan agar mampu berkembang serta menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
“Ke depan, kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja dengan memperkuat dunia usaha dan UMKM,” ujarnya.
Upaya tersebut diharapkan dapat membuat manfaat pertumbuhan ekonomi dirasakan lebih luas, termasuk oleh masyarakat yang masih membutuhkan akses terhadap pekerjaan dan sumber penghasilan.
IPM Siak Peringkat Pertama di Riau
Dari sisi pembangunan manusia, Kabupaten Siak mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 77,49 pada 2025. Berdasarkan data yang disampaikan Afni, angka tersebut menempatkan Siak pada posisi tertinggi di antara kabupaten di Provinsi Riau.
Sementara itu, tingkat kemiskinan berada pada angka 4,40 persen. Pemerintah daerah juga mencatat Gini ratio sebesar 0,276 pada 2025, yang menggambarkan tingkat ketimpangan pendapatan relatif rendah.
Afni menilai, sejumlah capaian tersebut menjadi modal untuk melanjutkan pembangunan yang lebih merata. Namun, angka-angka itu tetap perlu diikuti program nyata yang menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengurangan kemiskinan, dan pemerataan kesempatan ekonomi menjadi bagian dari pekerjaan yang harus terus dilanjutkan pemerintah daerah.
Budaya Melayu dan Lingkungan Jadi Arah Pembangunan
Dalam pidato HUT ke-27, Afni turut menegaskan visi pembangunan Kabupaten Siak untuk periode 2025–2029, yakni mewujudkan Siak yang hebat, berwibawa, berkarakter budaya Melayu, dan berdaya saing berbasis ekologi.
Arah pembangunan tersebut menempatkan identitas Melayu dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari perjalanan daerah. Kemajuan ekonomi diharapkan berjalan seiring dengan pelestarian warisan budaya serta perlindungan lingkungan hidup.
Tema peringatan tahun ini, “Siak Harmoni Melayu Lestari”, juga mengangkat hubungan antara identitas budaya, kehidupan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
Bagi Siak, pembangunan tidak hanya menyangkut pertumbuhan angka ekonomi. Daerah ini juga dituntut menjaga karakter lokal sekaligus membangun daya saing untuk menghadapi perubahan dan kebutuhan masyarakat.
Reforma Agraria Menjangkau 975,59 Hektare
Persoalan pertanahan turut menjadi bagian dari laporan pembangunan yang disampaikan Afni. Pemerintah Kabupaten Siak mencatat program tanah objek reforma agraria telah mencapai 975,59 hektare dengan cakupan 1.050 persil.
Pemkab Siak juga telah memfasilitasi dan menindaklanjuti 30 kasus perbatasan. Menurut Afni, penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik serta kondisi setiap persoalan.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Siak menghadirkan kepastian hak, memperkuat keadilan agraria, dan menjaga harmoni di tengah masyarakat,” kata Afni.
Kepastian hak atas tanah dinilai berperan dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang berkeadilan. Karena itu, penyelesaian persoalan agraria perlu dilakukan melalui koordinasi dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
HUT ke-27 Jadi Momentum Evaluasi
Peringatan hari jadi Kabupaten Siak menjadi kesempatan untuk melihat capaian yang telah diraih sekaligus mengukur persoalan yang masih membutuhkan penanganan.
Pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, capaian pembangunan manusia, dan tingkat ketimpangan pendapatan menjadi sejumlah indikator positif yang dipaparkan pemerintah daerah. Di sisi lain, pengangguran masih membutuhkan perhatian, sementara kepastian hak atas tanah dan keberlanjutan lingkungan tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan.
Afni menegaskan, tantangan ke depan adalah menjaga pertumbuhan ekonomi agar semakin berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat, tanpa meninggalkan karakter budaya Melayu dan kelestarian lingkungan.
Dengan demikian, keberhasilan pembangunan Siak tidak hanya ditentukan oleh capaian statistik, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah daerah memperluas kesempatan kerja, menjaga pemerataan manfaat ekonomi, dan menghadirkan kebijakan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (Inf)






