PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kabut asap masih menyelimuti sejumlah kawasan di Pekanbaru, Kamis (8/10/2026) pagi. Sementara kualitas udara berada pada level Sangat Tidak Sehat.
Pantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 215,5 µg/m³ sejak tengah malam hingga pagi. Pukul 07.00 WIB, angkanya masih berada di 176,8 µg/m³.
BMKG mengategorikan konsentrasi PM2.5 pada rentang 150,5–250,4 µg/m³ sebagai Sangat Tidak Sehat.
Angka tersebut menggambarkan kondisi udara yang belum beranjak membaik. Dalam pemantauan sejak tengah malam, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru bergerak antara 164,6 hingga 215,5 µg/m³.
Asap pun masih menjadi bagian dari prakiraan cuaca Riau sepanjang hari.
Forecaster BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna mengatakan, kekaburan akibat asap masih berpotensi muncul mulai pagi hingga dini hari.
Pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan. Namun kondisi tersebut tidak otomatis membuat udara bersih karena kekaburan akibat asap masih berpeluang terjadi.
Potensi serupa diperkirakan berlanjut pada siang dan sore. “Dalam prakiraan cuaca BMKG, kekaburan akibat asap berpotensi terjadi sejak pagi hingga dini hari,” kata Yasir.
Malam hari, kondisi berawan masih berpotensi disertai kekaburan akibat asap. Memasuki dini hari, kondisi serupa juga masih mungkin terjadi.
Situasi ini membuat kualitas udara Pekanbaru perlu menjadi perhatian, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.
Hujan Berpeluang Turun di Sejumlah Wilayah Riau
Di tengah kondisi udara yang belum bersahabat, peluang hujan tetap muncul di sejumlah wilayah Riau.
Siang dan sore, hujan ringan sampai sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Dumai dan Pekanbaru.
Peluang hujan juga masih terdapat pada malam hari. Wilayah yang berpotensi diguyur hujan antara lain Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis, Dumai dan Pekanbaru.
Namun hujan yang turun di sebagian wilayah tidak serta-merta berarti persoalan asap selesai. Kondisi atmosfer dan sumber asap tetap menjadi faktor yang memengaruhi kualitas udara.
Hujan Lebat Disertai Petir Juga Mengintai
BMKG turut mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Potensi tersebut diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis dan Siak, baik pada siang atau sore maupun malam hari.
Artinya, masyarakat Riau menghadapi kondisi cuaca yang cukup dinamis. Di satu sisi, udara kabur akibat asap masih berpotensi bertahan. Di sisi lain, hujan dan angin kencang juga dapat muncul di sejumlah daerah.
Untuk kondisi umum cuaca Riau, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius.
Kelembapan udara berada pada rentang 45-90 persen. Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 10-40 kilometer per jam.
Sementara untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5-1,25 meter atau kategori rendah.
Dengan konsentrasi PM2.5 yang masih masuk kategori Sangat Tidak Sehat dan potensi kekaburan akibat asap yang belum sepenuhnya berakhir, BMKG mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kondisi tersebut bukan sekadar persoalan jarak pandang. Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil dan menjadi salah satu parameter utama dalam pemantauan kualitas udara. (mcr)






