AHY Sarankan Kubu Moeldoko Mendirikan Partai Baru, Jangan Lagi Usik Demokrat

Ketum Umum Partai Demokrat AHY menyerukan perlawanan terhadap KLB dengan melakukan konsolidasi bersama 34 DPD di seluruh Indonesia. (Foto: Antara)

SEMARANG-Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyarankan kubu Moeldoko untuk membuat partai baru secara konstitusional. Mengingat pemerintah telah menolak hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Keputusan Kemenkumham 31 Maret sudah jelas mana yang sah. Jadi jangan lagi usik Partai Demokrat. Karena kami siap melawan, DPC dan DPD Jawa Tengah tentu siap bersatu melawan para pengganggu Demokrat,” kata putra sulung SBY tersebut di Kabupaten Semarang, Minggu (4/4/2021).

Disebutkan, banyak jenderal yang menempuh jalur politik dengan mendirikan partai baru. Seperti R. Hartono mendirikan PKPB, Edy Sudrajat dengan PKPI, Wiranto membangun Partai Hanura dan Prabowo Subianto mendirikan Partai Gerindra.

“Pembentukan partai baru secara konstitusional lebih elegan dan bermartabat daripada merebut partai dengan cara-cara tidak benar. Tentu SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang membangun Partai Demokrat selama 20 tahun, masak akan dibegal dengan KLB ilegal,” ungkapnya.

Dikatakan, atas prahara yang terjadi selama ini, SBY tidak perlu turun. Sebab SBY yang sudah merawat partai dari awal hingga besar dipercaya rakyat. “Jadi yang dilakukan oleh kubu Moeldoko dengan mengadakan KLB ilegal itu kan mau enaknya saja, sehingga tidak bisa diterima akal sehat,” ujar AHY.

Pasca prahara tersebut ada tujuh penggerak KLB yang dipecat. Namun, AHY tidak bisa menghitung secara detail jumlahnya. “Tentu yang kami lakukan adalah menghitung kader yang solid dan loyal pada kepengurusan yang sah. Kader yang setia adalah pejuang istimewa,” ulasnya.

Terkait para kader pembelot tersebut, pihaknya dan Partai Demokrat sudah memaafkan tapi tidak pernah melupakan yang telah dilakukan. “Kami tidak perlu demontrasi terhadap keputusan yang diambil, tapi tugas pemimpin adalah melakukan pembinaan agar tidak salah arah,” tukasnya. (*)


Sumber: Merdeka.com

Tentang Penulis: Boy Surya Hamta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *