Mensos Risma Marah, Distribusi Program Keluarga Harapan di Riau Macet

Mensos Tri Rismaharini menyentil sejumlah kepala dinas sosial di Riau. (Foto: TribunPekanbaru)

PEKANBARU-Menteri Sosial Tri Rismaharini marah besar, setelah Program Keluarga Harapan (PKH) di Riau macet. Risma juga menyentil sejumlah kepala dinas sosial kabupaten kota di Riau, karena banyak ditemukan bantuan PKH yang tidak terdistribusi.

Mensos langsung mempertanyakan kepada para pendamping PKH dan Dinas Sosial kabupaten/kota, apa persoalan bantuan masyarakat miskin tersebut tidak terealisasi.

Setidaknya ada lima kabupaten/kota diundang memaparkan pendistribusian PKH dan BST, di antaranya Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu dan Indragiri Hilir. Hasil pemaparan pendamping diketahui, ternyata realisasi PKH tahap I dan II masih rendah.

Totalnya 72.766 keluarga penerima manfaat (KPM) di lima daerah, tahap I ada 74 KPM tidak terdistribusi dan 202 KPM tidak bertransaksi. Sedangkan tahap II, ada 822 KPM tidak terdistribusi dan 2.662 KPM tidak bertransaksi.

“Ini persoalannya banyak kartu yang belum didistribusikan dan terblokir. Kok bisa belum didistribusikan, dimana kartunya sekarang? Saya minta hari ini juga didistribusikan, yang diblokir segara buka blokirnya. Bapak dosa lho kalau tidak menyalurkan, ini hak orang miskin,” kata Risma.

Risma menegaskan, dia tidak mau tahu alasan yang disampaikan pendamping dan Kepala Dinsos. Sebab rata-rata alasannya tidak ada transaksi karena sulitnya akses untuk pengambilan bantuan ke daerah terisolir.

Atas kondisi itu, Mensos sempat marah. Karena masih banyak dana PKH tidak tersalurkan dengan baik kepada masyarakat. Dia meminta semua pihak berkepentingan dalam penyaluran PKH segera menyelesaikan penyaluran pekan depan.

“Percuma saja kita anggarkan kalau dananya tidak disalurkan ke masyarakat,” katanya.

Terkait penerima bantuan sulit melakukan transaksi, Risma memberi solusi agar penyalur, yakni perbankan jemput bola dan bantuan diserahkan langsung untuk daerah yang jauh untuk transaksi, seperti di Kecamatan Kateman dan Guntung, Inhil.

“Kasian Pak. Kalau masyarakat pergi dan balek harus mengeluarkan Rp200 ribu untuk transportasi. Ini nggak manusiawi. Nanti penyalurannya kita buat per enam bulan untuk daerah-daerah yang sulit itu,” katanya.

Dalam kunjungannya, Mensos melakukan pertemuan di Hotel Arya Duta Pekanbaru membahas realisasi penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di 12 kabupaten/kota se-Riau. Termasuk realisasi Bantuan Sosial Tunai (BST) di Riau dari Kemensos.

Selain itu, Risma juga meresmikan Sentra Kreasi Anak dan penyerahan bantuan atensi Bantuan, termasuk bantuan Stimulan KPM PKH Graduasi, bantuanProkes Covid-19, serta bantuan Prokus untuk Karang Taruna secara Simbolis di BRSAMPK Rumbai. (*)


Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: TribunPekanbaru