Jagung Polsek Payung Sekaki Siap Panen Awal Juni, Bukti Ketahanan Pangan Tak Hanya Sekadar Program

Bhabinkamtibmas Polsek Payung Sekaki meninjau kondisi ladang jagung menjelang panen. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Di tengah berbagai tantangan sektor pangan nasional, sebuah hamparan jagung di kawasan Tapung, Kabupaten Kampar, justru menghadirkan kabar menggembirakan. Tanaman jagung pipil yang dikelola Polsek Payung Sekaki kini memasuki fase akhir pertumbuhan dan diperkirakan siap panen serentak awal Juni 2026.

Kondisi tersebut terungkap saat Bhabinkamtibmas Polsek Payung Sekaki meninjau langsung lahan ketahanan pangan yang berada di Jalan Garuda Sakti KM 09, Kelurahan Karya Indah, Kecamatan Tapung, Selasa (26/5/2026).

Dari hasil pengecekan di lapangan, tanaman jagung terlihat tumbuh subur dan sehat. Sebagian besar tongkol telah memasuki tahap pengeringan alami di batang, sebuah indikator bahwa masa panen tinggal menghitung hari.

Keberhasilan tanaman jagung tersebut menjadi gambaran bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berhenti pada tataran wacana. Dengan pengelolaan yang konsisten dan pemanfaatan lahan produktif secara optimal, hasil nyata mulai terlihat dan memberi manfaat jangka panjang.

Bhabinkamtibmas yang melakukan pengecekan memastikan kondisi tanaman tetap terjaga dengan baik hingga masa panen tiba. Selain memantau perkembangan tanaman, kegiatan itu juga menjadi bagian dari evaluasi rutin guna memastikan program berjalan sesuai target.

Baca Juga:  Menunggu di Kampung Halaman, Kepulangan Jemaah Haji Riau Jadi Momen Haru Dinanti Ribuan Keluarga

Kapolsek Payung Sekaki, AKP Rafidin Lumban Gaol melalui Kanit Binmas Ipda Restu Inanda SH menyebut, langkah Polsek Payung Sekaki mengelola lahan pertanian produktif dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan dinamika ekonomi global, keberadaan lahan-lahan produktif menjadi salah satu fondasi penting menjaga stabilitas pasokan bahan pangan. Tak hanya berorientasi pada hasil panen, program tersebut juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat.

“Kehadiran lahan ketahanan pangan Polsek Payung Sekaki diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa lahan kosong dapat diubah menjadi sumber ekonomi yang produktif,” ujar Restu.

Di Riau sendiri, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang penting perekonomian masyarakat. Komoditas jagung memiliki peran strategis karena tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi, tetapi juga menjadi bahan baku industri pakan ternak yang terus mengalami peningkatan permintaan setiap tahun.

Karena itu, pemanfaatan lahan pertanian untuk budidaya jagung dinilai memiliki prospek yang menjanjikan. Selain mendukung ketersediaan pangan, hasil panen juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar apabila dikelola secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Harga Solar Tembus Rp30.000, Pemilik Mobil Diesel Mulai Beralih ke Mobil Listrik

Program ketahanan pangan yang melibatkan institusi kepolisian juga memperlihatkan wajah lain Polri yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dalam upaya mendukung kesejahteraan melalui sektor pertanian.

Pendekatan seperti ini dinilai mampu memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga. Kehadiran aparat di tengah aktivitas produktif masyarakat menciptakan ruang kolaborasi yang lebih luas, terutama dalam mendukung program pembangunan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari.

Menjelang masa panen pada awal Juni mendatang, lahan jagung milik Polsek Payung Sekaki menjadi simbol optimisme bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari tingkat lokal. Upaya sederhana yang dimulai dari pemanfaatan lahan kosong kini menunjukkan hasil yang nyata dan berpotensi menginspirasi lebih banyak pihak untuk melakukan hal serupa.

Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan hanya hasil panen yang akan diperoleh, tetapi juga tumbuhnya kesadaran bersama bahwa menjaga ketahanan pangan adalah tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Dari lahan di Tapung itu, pesan tersebut mulai tumbuh bersama deretan batang jagung yang siap panen. (bsh)

Tinggalkan Balasan