Harga TBS Sawit Riau Kembali Naik, Petani Kini Bisa Terima Rp3.696 per Kg

Harga sawit di Riau kini kembali naik. (Foto: Bisnis.com)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) kembali mendongkrak harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Provinsi Riau. Untuk periode 17-23 Juni 2026, harga TBS tertinggi mencapai Rp3.696,32 per kilogram atau naik 0,58 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Peningkatan harga ini terjadi di tengah kenaikan harga CPO sebesar Rp320,99 per kilogram, meskipun harga kernel mengalami penurunan hingga Rp867,94 per kilogram.

Plt Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti, mengatakan kelompok umur tanaman 9 tahun mencatat kenaikan tertinggi, yakni Rp21,40 per kilogram.

“Harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp3.696,32 per kilogram,” ujar Vera, Rabu (17/6/2026).

Data tim penetapan harga menunjukkan rata-rata harga CPO KPBN pada periode ini mencapai Rp15.281 per kilogram. Sementara harga kernel KPBN berada pada level Rp12.475 per kilogram.

Menurut Vera, faktor utama yang mendorong kenaikan harga TBS kali ini berasal dari penguatan harga CPO di pasar.

Baca Juga:  Pemprov Riau Siapkan Dua BUMD Untuk Kelola Lahan Perkebunan Sawit Agrinas

“Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO,” katanya.

Selain dipengaruhi pasar, Disbun Riau menilai perbaikan tata kelola penetapan harga juga ikut mendukung stabilitas harga yang diterima petani. Proses penetapan harga saat ini dilakukan dengan mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024.

Pada periode ini terdapat sejumlah PKS yang tidak melakukan penjualan. Oleh karena itu, harga yang digunakan dalam perhitungan mengacu pada harga rata-rata tim dan harga rata-rata KPBN sesuai mekanisme yang berlaku.

Dampak terhadap Pendapatan Petani
Penguatan harga CPO memiliki dampak langsung terhadap pendapatan petani sawit di Riau. Semakin tinggi harga CPO, semakin besar peluang harga TBS mengalami kenaikan karena menjadi komponen utama dalam formula penetapan harga.

Kondisi ini menjadi angin segar bagi petani sawit setelah beberapa pekan terakhir harga bergerak fluktuatif mengikuti perkembangan pasar global.

Baca Juga:  BMKG Prakirakan Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Melanda 5 Daerah di Riau

Pemerintah Provinsi Riau berharap, tata kelola yang semakin baik dapat menjaga harga sawit tetap mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya dan memberikan manfaat lebih besar kepada petani.

“Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” kata Vera.

Harga TBS tertinggi sebesar Rp3.696,32 per kilogram berlaku untuk tanaman umur 9 tahun pada periode 17-23 Juni 2026. Perkembangan harga CPO dalam beberapa hari ke depan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah harga sawit Riau pada periode berikutnya. (rac)