PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kafe Yong Bengkalis resmi membuka outlet baru di lingkungan Universitas Islam Riau (UIR), Selasa (2/6/2026). Ekspansi pertama ke kawasan kampus ini tidak hanya memperluas jaringan usaha Yong Bengkalis, tetapi juga membuka ruang interaksi baru bagi mahasiswa serta mencerminkan tumbuhnya investasi sektor kuliner lokal di lingkungan pendidikan tinggi.
Gerai yang berada di belakang Gedung Rektorat UIR itu menjadi cabang pertama Yong Bengkalis yang beroperasi di kawasan kampus.
Langkah tersebut menandai strategi baru perusahaan dalam menjangkau segmen mahasiswa dan sivitas akademika yang selama ini menjadi salah satu kelompok konsumen terbesar di Kota Pekanbaru.
Sejak hari pertama beroperasi, outlet tersebut langsung menarik perhatian pengunjung. Sejumlah tokoh media yang tergabung dalam Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Riau hadir untuk melihat langsung konsep yang diusung Yong Bengkalis di lingkungan kampus.
Ketua JMSI Riau, Dheni Kurnia menilai, kehadiran fasilitas pendukung seperti kafe memiliki nilai lebih dibanding sekadar tempat makan dan minum.
Menurutnya, ruang-ruang informal sering menjadi tempat lahirnya gagasan, kolaborasi, dan inisiatif sosial yang mendukung perkembangan lingkungan akademik.
“Kampus modern membutuhkan ruang sosial yang mampu mendorong pertukaran gagasan dan penguatan budaya intelektual. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga membangun jejaring dan kemampuan komunikasi melalui ruang publik yang produktif,” ujarnya.
Dheni juga mengapresiasi keputusan Yong Bengkalis memilih kawasan kampus sebagai lokasi ekspansi berikutnya.Ia menilai langkah tersebut menunjukkan adanya sinergi antara dunia usaha dan dunia pendidikan yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi masyarakat.
Sementara itu, salah seorang pendiri dan owner Yong Bengkalis Kampus UIR, Fahridar HS mengatakan, pemilihan UIR didasarkan pada karakter kampus yang dinamis dengan aktivitas mahasiswa yang tinggi.
Menurut pria yang akrab disapa Ucok itu, kampus merupakan pusat lahirnya ide, kreativitas, dan inovasi sehingga menjadi lokasi yang strategis untuk pengembangan usaha.
“Kami berharap keberadaan Yong Bengkalis dapat menjadi tempat yang nyaman bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk berdiskusi, berinteraksi, maupun beristirahat setelah aktivitas perkuliahan,” katanya.
Dampak bagi Mahasiswa dan Masyarakat
Kehadiran Yong Bengkalis di UIR menambah pilihan ruang berkumpul bagi mahasiswa di dalam lingkungan kampus. Di tengah meningkatnya kebutuhan ruang kolaborasi dan diskusi, fasilitas seperti kafe kini menjadi bagian dari ekosistem pendidikan modern.
Selain itu, aktivitas usaha baru di kawasan kampus berpotensi menciptakan peluang kerja tambahan, baik secara langsung maupun tidak langsung, mulai dari tenaga operasional hingga pemasok bahan baku lokal.
Bagi mahasiswa, keberadaan ruang publik yang nyaman juga dapat mendukung aktivitas organisasi, diskusi akademik, hingga pengembangan komunitas kreatif yang semakin berkembang di Pekanbaru.
Dari sisi ekonomi daerah, ekspansi Yong Bengkalis menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal masih melihat sektor pendidikan sebagai pasar yang potensial.
Fenomena ini penting karena memperlihatkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap pertumbuhan aktivitas ekonomi di sekitar kampus-kampus besar di Riau.
Jika tren tersebut berlanjut, kawasan pendidikan tidak hanya menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang melibatkan UMKM, sektor kuliner, jasa, dan ekonomi kreatif.
Bagi Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau, berkembangnya aktivitas bisnis di kawasan pendidikan juga dapat memperkuat perputaran ekonomi lokal sekaligus menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya generasi muda yang lebih produktif dan inovatif.
Babak Baru Ekspansi Bisnis Lokal
Masuknya Yong Bengkalis ke lingkungan UIR menandai babak baru perjalanan bisnis kuliner lokal yang mulai merambah segmen pendidikan tinggi.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana pelaku usaha daerah tidak lagi hanya berfokus pada pusat keramaian kota, tetapi juga mulai membidik ruang-ruang yang menjadi pusat aktivitas generasi muda.
Ke depan, publik dapat mencermati apakah model usaha berbasis ruang diskusi dan interaksi sosial ini mampu berkembang menjadi bagian penting dari ekosistem kampus di Riau.
Jika berhasil, pola serupa berpotensi diikuti pelaku usaha lain dan mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif yang lebih kuat di lingkungan pendidikan. (bsh)








