Update Cuaca Riau Hari Ini: Hujan Mengintai Kampar dan Inhil, 67 Hotspot Terpantau di Sejumlah Daerah

Hujan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Masyarakat Riau diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Saat sebagian wilayah berpotensi diguyur hujan disertai petir, jumlah titik panas di provinsi ini justru menunjukkan peningkatan cukup tajam.

Fenomena tersebut menggambarkan kondisi cuaca yang dinamis di Riau memasuki awal Juni 2026. Hujan masih turun di sejumlah daerah, tetapi ancaman kebakaran hutan dan lahan tetap perlu mendapat perhatian serius.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, kondisi cuaca pada Kamis (4/6/2026) didominasi udara kabur hingga berawan sejak pagi hingga siang hari.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, menjelaskan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi pada sore dan malam hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kampar dan Kuantan Singingi.

Sementara itu, pada dini hari hujan diprakirakan turun di sejumlah kawasan Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Riau.

Baca Juga:  Bupati Siak Afni Ungkap Jurang Fiskal Daerah Penghasil di DPD RI, Soroti Ketidakadilan Dana Bagi Hasil

Namun BMKG mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang tidak boleh diabaikan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang disertai petir dan angin kencang, terutama di Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir.

“Warga di daerah yang berpotensi terdampak diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan genangan, pohon tumbang maupun gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem,” ujar Putri.

Dari sisi klimatologi, suhu udara di Riau diperkirakan berada pada rentang 23 hingga 34 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara mencapai 55 sampai 100 persen dengan kecepatan angin berkisar 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk aktivitas pelayaran dan nelayan, BMKG memastikan kondisi gelombang laut masih relatif aman. Tinggi gelombang di perairan Riau diprakirakan hanya berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah.

Di tengah potensi hujan tersebut, BMKG juga mencatat peningkatan jumlah hotspot yang cukup signifikan. Dari total 207 titik panas yang terdeteksi di Sumatera, sebanyak 67 titik berada di Provinsi Riau.

Baca Juga:  Dari Jalan Jambu Mawar, Semangat Ketahanan Pangan Tumbuh Lewat Budidaya Lele Warga Tampan

Sebaran hotspot terbanyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis dengan 30 titik. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 24 titik. Sisanya tersebar di Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak dan Kota Dumai.

Data tersebut menunjukkan bahwa risiko karhutla masih menjadi ancaman nyata meski sebagian wilayah masih berpotensi diguyur hujan. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar saat cuaca panas menjadi faktor yang terus dipantau oleh berbagai pihak.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Langkah pencegahan sejak dini menjadi kunci menjaga kualitas udara dan mencegah terulangnya bencana asap yang pernah berdampak luas terhadap kesehatan, pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat Riau. (mcr)

Tinggalkan Balasan