PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan Polda Riau. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri, sejumlah pejabat utama, empat kapolres dab beberapa perwira menengah mendapat penugasan baru sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier di tubuh Polri.
Rotasi tersebut turut menyentuh posisi strategis, termasuk Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam), Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) dan sejumlah pejabat utama lainnya. Pergantian ini diharapkan memperkuat kinerja organisasi, sekaligus meningkatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Pada jajaran pejabat utama, Kombes Pol Dwi Mulyanto dipercaya menjabat sebagai Dirintelkam Polda Riau menggantikan Kombes Pol Wimboko. Wimboko selanjutnya mendapat promosi sebagai Kapusdikintel Lemdiklat Polri.
Sementara itu, posisi Kabidhumas Polda Riau kini diisi Kombes Pol Akmadi yang sebelumnya menjabat Direktur Samapta Polda Sumatera Barat. Ia menggantikan Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad yang mendapat penugasan baru di Lemdiklat Polri.
Selain pergantian pejabat utama, mutasi juga dilakukan terhadap sejumlah kepala kepolisian resor (kapolres). AKBP Aldi Alfa Faroqi dipercaya mengemban tugas sebagai Kapolres Rokan Hilir. Kemudian AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita ditunjuk menjadi Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Fatikh Dedy Setyawan dipercaya sebagai Kapolres Dumai dan AKBP Donny Eko Listianto mendapat amanah sebagai Kapolres Indragiri Hilir.
Rotasi ini menjadi bagian dari penyegaran kepemimpinan di tingkat kewilayahan yang diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat hingga meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Tak hanya di tingkat kapolres, mutasi juga mencakup sejumlah jabatan penting di Mapolda Riau. AKBP M. Agus Hidayat ditunjuk sebagai Wadirsamapta Polda Riau, sementara AKBP Angga Febrian Herlambang mendapat promosi menjadi Wadirpolairud Polda Riau.
Selanjutnya, AKBP Nipwin B. Hutabarat dipercaya menjabat Kabagwassidik Ditreskrimum Polda Riau. AKBP Edi Munawar mengemban jabatan Kabagwassidik Ditresnarkoba dan AKBP Ronald Sumaja dipercaya sebagai Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Itwasda Polda Riau.
Mutasi juga menempatkan AKBP Yesi Chandra Ayu sebagai Kabagstrajemen Rorena Polda Riau dan AKBP Vera Taurensa sebagai Irbid Itwasda Polda Riau.
Di sisi lain, sejumlah pejabat Polda Riau memperoleh promosi jabatan ke luar daerah maupun ke Mabes Polri. Mereka antara lain Kombes Pol Wimboko, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, AKBP Ari Prayitno, AKBP Dermawan Marpaung, AKBP Budi Setiyono, AKBP Isa Imam Syahroni dan AKBP Farouk Oktora.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi Polri. Menurutnya, pergantian personel tidak hanya bertujuan melakukan penyegaran organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karier untuk meningkatkan profesionalisme anggota kepolisian.
“Mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Herry.
Dikatakan, setiap pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing agar proses pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian tetap berjalan optimal.
Selain itu, Kapolda meminta seluruh pejabat baru menjaga integritas, memperkuat soliditas internal, serta terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas di wilayah hukum Polda Riau.
Menurutnya, pergantian pejabat harus menjadi momentum memperkuat koordinasi, mempercepat penyelesaian berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Saya berharap seluruh pejabat yang dipercaya mengemban jabatan baru dapat bekerja secara profesional, menjaga soliditas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Provinsi Riau,” ujarnya.
Mutasi kali ini menunjukkan upaya Polri menjaga dinamika organisasi melalui regenerasi kepemimpinan di berbagai tingkatan. Pergantian pejabat utama dan kapolres menjadi bagian penting dalam memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari bidang intelijen, hubungan masyarakat, pengawasan internal, hingga pelayanan keamanan di daerah.
Bagi masyarakat, rotasi ini penting karena menyangkut kepemimpinan baru di sejumlah wilayah hukum strategis di Riau. Kehadiran pejabat baru diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan respons terhadap berbagai persoalan masyarakat, serta memperkuat pelayanan publik yang menjadi salah satu tugas utama kepolisian. (rik)






