Waspada! Kabut Asap Kembali Selimuti Pekanbaru, Kualitas Udara Jadi Tak Sehat

Kabut asap karhutla kembali menyelimuti Kota Pekanbaru yang berdampak pada menurunnya kualitas udara. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kabut asap masih terlihat di sejumlah kawasan Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (4/9/2026) pagi. Kondisi tersebut terjadi ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.

Pemantauan BMKG menunjukkan, konsentrasi PM2.5 mencapai 135 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB. Kondisi udara tidak sehat sudah terpantau sejak dini hari. Konsentrasi PM2.5 bahkan sempat mendekati 150 µg/m³ sekitar pukul 01.00 WIB.

PM2.5 Sempat Turun, Kemudian Naik Lagi Data pemantauan menunjukkan kualitas udara Pekanbaru mengalami perubahan sepanjang pagi.

Setelah mencapai level tinggi sekitar pukul 01.00 WIB, konsentrasi PM2.5 sempat menurun sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Konsentrasi partikulat kembali meningkat mulai sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga :  Riau Pesisir Berpeluang Jadi Provinsi Baru, DPR Soroti UU Daerah Kepulauan

Kenaikan terus terlihat hingga pemantauan pukul 08.00 WIB. Saat itu, PM2.5 tercatat berada di angka 135 µg/m³. Situasi tersebut ikut terasa di lapangan. Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Pekanbaru pada pagi hari.

PM2.5 Berisiko Masuk Pernapasan
PM2.5 menjadi perhatian karena ukurannya sangat kecil. Partikel tersebut dapat masuk hingga bagian dalam sistem pernapasan.

Ketika konsentrasinya meningkat, paparan udara tercemar perlu diwaspadai. Terutama bagi masyarakat yang harus berada di luar ruangan dalam waktu lama.

Kondisi udara Pekanbaru pada Jumat pagi membuat aktivitas luar ruangan perlu dipertimbangkan kembali. Warga dapat mengurangi kegiatan di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada level tidak sehat.

Baca Juga :  Heboh Beli BBM Subsidi Wajib Tunjukkan STNK, Pertamina Akhirnya Buka Suara

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker.

Penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikulat dari udara tercemar. Warga juga perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar.

Kondisi ini menjadi perhatian di tengah masih adanya kabut asap di Pekanbaru.

Perubahan konsentrasi PM2.5 juga menunjukkan kualitas udara dapat bergerak cepat dalam beberapa jam. Karena itu, pemantauan berkala diperlukan sebelum masyarakat menentukan aktivitas hariannya.

Jika konsentrasi partikulat kembali meningkat, risiko paparan terhadap masyarakat juga perlu mendapat perhatian lebih serius. (ria)