Harimau Sumatra Betina Ditemukan Mati Terjerat di Ladang Masyarakat Bengkalis

oleh -2 views
Harimau sumatra ditemukan mati akibat terjebak jerat di Riau. (Foto: dok.instagram/@kementerianlhk/https://www.instagram.com/p/CVMeDshhWvZ/Komarudin)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Seekor harimau Sumatra kembali ditemukan mati akibat jeratan di Desa Tanjung Leban, Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (17/10/2021).

“Halo Sobat Hijau, jebakan jerat kembali memakan korban. Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) ditemukan sudah tak bernyawa oleh masyarakat, Minggu pagi (17/10),” tulis akun Instagram @kementerianlhk, Selasa (19/10/2021).

Tim Balai Besar KSDA Riau @bbksda_riau dan Polsek Bukit Batu segera melakukan evakuasi dan nekropsi. Lokasi kejadian di Hutan Produksi Konversi (HPK) yang berupa areal perladangan masyarakat dan berada di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Bukit Batu.

Hasil nekropsi menunjukkan jenis kelamin harimau ini betina dan berumur kurang lebih empat hingga lima tahun. Harimau tersebut masih termasuk remaja dan belum pernah melahirkan.

“Jerat melilit kaki depan sebelah kiri yang menyebabkan luka dalam dan infeksi. Kemungkinan harimau ini terjerat selama 5 hari sampai akhirnya mati,” ungkap akun tersebut.

Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun, karena membahayakan nyawa satwa termasuk satwa yang dilindungi. Pelaku jerat dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 40 UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Sudah Berkali-kali
“Di mana bagi yang sengaja melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama 5 (lima ) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- ( seratus juta rupiah). Begitupun bagi yang melakukan pelanggaran karena kelalaiannya akan dikenai pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah),” tegas akun tersebut.

Sementara itu, Balai Besar KSDA Riau mengungkap suasana campur aduk yang dialami pihaknya. Mulai dari miris, geram, sedih.

“Hingga tak tau lagi apa yang dapat diungkapkan. Semua telah terjadi. Sosialisasi berkali kali disampaikan…,” tulis akun @bbksda_riau.

Operasi pemasangan jerat terus dilakukan. Semuanya terulang dan berulang kembali. (*)


Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Liputan6.com

9 / 100