Gunung Marapi Erupsi Berulang, PVMBG Catat Lebih 20 Letusan Sejak Januari

Gunung Marapi yang mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari Nagari Batu Palano, Agam, Sumatera Barat, awal tahun 2026. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut status gunung ini waspada level II. (Foto: Antara)

PADANG, FOKUSRIAU.COM-Aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan tren peningkatan sejak awal tahun 2026. Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, erupsi terjadi berulang sejak Januari sampai awal Maret dengan karakter letusan bervariasi.

Erupsi terbaru terjadi, Minggu (1/3/2026) pukul 15.11 WIB. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak dengan warna kelabu tebal mengarah ke tenggara.

Secara instrumental, letusan ini memiliki amplitudo maksimum 29,8 milimeter dan berlangsung selama 68 detik. Data tersebut menunjukkan Gunung Marapi masih berada dalam fase aktivitas vulkanik yang dinamis.

Frekuensi Erupsi Meningkat Sejak Januari

Berdasarkan rekap PVMBG, sejak 6 Januari hingga 1 Maret 2026, Gunung Marapi tercatat mengalami lebih dari 20 kali erupsi.

Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, mengatakan sebagian letusan memang tidak terlihat secara visual.

“Sebagian besar letusan tidak terlihat karena tertutup kabut atau terjadi malam hari, namun tetap terekam jelas melalui seismograf,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Pada Januari 2026, sejumlah erupsi penting sempat terjadi, di antaranya:

  • 14 Januari 2026 — kolom abu ±1.600 meter di atas puncak
  • 18 Januari 2026 — durasi erupsi terlama mencapai 145 detik
  • 26 Januari 2026 — amplitudo terkuat 30,4 mm

Memasuki Februari, frekuensi letusan meningkat tajam. PVMBG bahkan mencatat Februari sebagai bulan dengan erupsi terbanyak sepanjang awal 2026.

Beberapa hari mengalami erupsi lebih dari sekali, antara lain:

  • 5 Februari 2026 — tiga kali erupsi dalam sehari
  • 9 Februari 2026 — dua kali erupsi
  • 22 Februari 2026 — dua erupsi malam hari

Mayoritas erupsi berdurasi 20–40 detik, mengindikasikan pelepasan tekanan gas vulkanik secara periodik.

Erupsi Tertinggi Capai 3.000 Meter

Dari seluruh catatan, erupsi paling menonjol terjadi pada Kamis (5/2/2026) pukul 22.25 WIB. Letusan ini menghasilkan kolom abu mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak.

Erupsi tersebut juga tergolong kuat dengan amplitudo 30,3 mm dan durasi 87 detik. Sementara energi terbesar berdasarkan amplitudo tercatat pada 26 Januari 2026 dengan nilai 30,4 mm.

Rangkuman aktivitas Marapi awal 2026:

  • Erupsi paling sering: Februari 2026
  • Kolom abu tertinggi: 5 Februari 2026 (±3.000 meter)
  • Amplitudo terkuat: 26 Januari 2026 (30,4 mm)
  • Durasi terlama: 18 Januari 2026 (145 detik)

Selain erupsi, dalam 90 hari terakhir juga terekam aktivitas kegempaan berupa gempa hembusan, tremor non-harmonik, hingga gempa tektonik lokal dan jauh. Kondisi ini menandakan suplai energi magma di bawah gunung masih aktif.

Gunung Api Aktif yang Sulit Diprediksi

Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Pulau Sumatera dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, gunung ini berada di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, dekat Kota Bukittinggi dan Padang Panjang.

Berbeda dengan gunung api besar yang memiliki masa istirahat panjang, Marapi dikenal bertipe erupsi pendek namun sering, berupa letusan eksplosif skala kecil hingga menengah.

Dalam sejarahnya, erupsi Marapi kerap terjadi tanpa tanda visual panjang sehingga aktivitasnya sering disebut sulit diprediksi secara kasat mata.

Perhatian publik terhadap gunung ini kembali meningkat setelah erupsi besar pada 3 Desember 2023 yang menelan korban jiwa puluhan pendaki.

Imbauan PVMBG untuk Warga dan Wisatawan

PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek yang menjadi pusat aktivitas. Karena itu, warga juga diminta untuk :

  • Waspada potensi lahar hujan di aliran sungai berhulu dari puncak
  • Menggunakan masker saat terjadi hujan abu
  • Mengikuti informasi resmi pemerintah
  • Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi

Pemerintah daerah Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, dan Agam diminta terus memperkuat koordinasi dengan PVMBG guna memastikan pemantauan Gunung Marapi berjalan optimal. (kps/bsh)

Tinggalkan Balasan