BMKG Deteksi 8 Hotspot di Riau, Pelalawan Sumbang Separuh Titik Panas

Sejumlah petugas melakukan pemadaman di lokasi karhutla. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi delapan titik panas (hotspot) di Riau, Sabtu (13/6/2026). Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Berdasarkan pemantauan satelit BMKG, delapan hotspot tersebut tersebar di empat kabupaten, yakni Pelalawan sebanyak empat titik, Siak dua titik, serta Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya Gautami mengatakan, jumlah hotspot yang terpantau di seluruh Pulau Sumatera mencapai 87 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak yakni 38 titik, disusul Jambi 14 titik dan Bangka Belitung 10 titik.

“Untuk wilayah Riau terdeteksi delapan titik panas yang tersebar di empat kabupaten,” kata Sanya.

Meski terdeteksi melalui satelit, BMKG menyebut seluruh hotspot di Riau masih berada pada tingkat kepercayaan sedang atau confidence level medium. Kondisi tersebut menunjukkan adanya indikasi panas yang memerlukan pengecekan lebih lanjut di lapangan.

Baca Juga:  BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini

“Tingkat kepercayaan ini menunjukkan adanya indikasi panas yang terpantau satelit dan perlu dilakukan pemantauan lebih lanjut guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.

Selain Riau, hotspot juga terpantau di sejumlah provinsi lain di Sumatera, antara lain Lampung enam titik, Bengkulu empat titik, Sumatera Utara empat titik, dan Sumatera Barat tiga titik.

Data hotspot menjadi salah satu indikator penting dalam sistem deteksi dini karhutla. Kemunculan titik panas tidak selalu berarti terjadi kebakaran, namun dapat menjadi sinyal awal yang perlu segera ditindaklanjuti oleh tim pemantau di lapangan.

BMKG menilai kewaspadaan perlu terus ditingkatkan mengingat sebagian wilayah Riau mulai memasuki periode cuaca lebih kering. Meski demikian, peluang hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari di beberapa daerah.

Baca Juga:  Ada Apa dengan DBH Sawit Riau? Ketika Ekspor Naik, Dana Daerah Malah Turun

Curah hujan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelembapan lahan dan mengurangi risiko munculnya titik api baru. Namun upaya pencegahan tetap menjadi faktor utama dalam mengantisipasi karhutla.

BMKG mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah kebakaran meluas.

Pemantauan hotspot di Riau akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan menekan potensi terjadinya karhutla yang dapat berdampak pada lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat. (ria)