PADANG, FOKUSRIAU.COM-Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap memunculkan polarisasi dan perpecahan di ruang publik, penguatan nilai-nilai kebangsaan kembali menjadi perhatian penting.
Kesadaran itulah yang mendorong Anggota DPR RI Fraksi PKB sekaligus anggota MPR RI, Rico Alviano, S.T. Rajo Nan Sati, turun langsung menyapa masyarakat Kota Padang melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang difasilitasi alat kelengkapan MPR RI tersebut menghadirkan berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda, hingga kalangan ibu rumah tangga tampak memenuhi lokasi kegiatan.
Mereka mengikuti jalannya sosialisasi dengan antusias, terutama saat membahas tantangan kebangsaan yang kini dihadapi generasi muda di era digital.
Bagi Rico Alviano, Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar materi yang harus dipahami secara teoritis. Lebih dari itu, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi fondasi penting untuk menjaga keutuhan Indonesia yang dibangun dari keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama.
Dalam pemaparannya, Rico menjelaskan, Empat Pilar Kebangsaan terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Keempatnya menjadi pedoman utama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menurutnya, tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi hanya datang dari luar negeri.
Ancaman juga muncul melalui penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, ujaran kebencian, hingga meningkatnya konten yang berpotensi memecah belah masyarakat melalui media sosial.
“Di era digital seperti sekarang, masyarakat harus memiliki pegangan yang kuat. Empat Pilar Kebangsaan menjadi benteng agar kita tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa,” ujar Rico di hadapan peserta.
Politisi muda asal Sumatera Barat itu menilai, pemahaman terhadap nilai kebangsaan perlu terus diperkuat karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keberagaman tertinggi di dunia.
Dengan lebih dari 17 ribu pulau, ratusan kelompok etnis, dan beragam bahasa daerah, Indonesia membutuhkan komitmen kolektif untuk menjaga persatuan nasional.
Karena itu, Rico mengajak seluruh peserta untuk menanamkan semangat nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan, mencintai bangsa tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar, tetapi juga melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus hidup di tengah masyarakat. Nilai tersebut menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi yang semakin cepat.
“Kita boleh berbeda suku, agama, budaya maupun pilihan. Namun persatuan harus tetap menjadi prioritas bersama. Itulah semangat yang diwariskan para pendiri bangsa dan harus terus dijaga,” katanya.
Tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi, kegiatan tersebut juga dikemas secara interaktif. Sesi dialog dan tanya jawab menjadi salah satu bagian yang paling diminati peserta.
Berbagai aspirasi dan pandangan masyarakat mengemuka, mulai dari persoalan pembangunan daerah hingga upaya membangun karakter kebangsaan generasi muda.
Sejumlah peserta menyoroti pentingnya pendidikan karakter di lingkungan keluarga dan sekolah sebagai benteng menghadapi pengaruh negatif dunia digital.
Ada pula yang berharap nilai-nilai kebangsaan dapat lebih sering disosialisasikan kepada kalangan pelajar dan mahasiswa.Rico menyambut baik berbagai masukan tersebut.
Ia menegaskan, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat di tingkat nasional.
Baginya, forum seperti ini bukan hanya menjadi sarana sosialisasi, tetapi juga ruang komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat. Melalui dialog langsung, berbagai persoalan yang berkembang di daerah dapat diketahui secara lebih utuh dan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Penguatan Empat Pilar Kebangsaan sendiri menjadi salah satu program strategis MPR RI yang terus dilakukan di berbagai daerah. Program ini bertujuan memperkuat karakter bangsa sekaligus menjaga semangat persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Di akhir kegiatan, Rico Alviano berharap masyarakat Kota Padang dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
Dia meyakini, masyarakat yang memahami dan mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan masa depan tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.
Menurutnya, kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada sumber daya alam atau jumlah penduduk yang besar. Lebih dari itu, kekuatan bangsa ini berada pada kemampuannya menjaga persatuan dalam keberagaman.
“Jika nilai-nilai kebangsaan terus hidup di tengah masyarakat, Indonesia akan tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global. Persatuan adalah modal terbesar yang harus terus kita rawat bersama,” tukasnya. (dezzo)








