Tanam 7.000 Mangrove di Pesisir Siak, Polres dan Pemkab Bergerak Hadang Ancaman Abrasi Sungai Apit

Wabup Syamsurizal, kapolres dan masyarakat menanam mangrove untuk menghadang abrasi yang menggerus pesisir pantai. (Foto: Dok. Kominfo Siak)

SIAK, FOKUSRIAU.COM-Ancaman abrasi di kawasan pesisir pantai, menjadi perhatian serius Kabupaten Siak. Untuk memperkuat benteng alami pantai, sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, Polres Siak bersama Pemerintah Kampung Penyengat menanam 7.000 bibit mangrove di kawasan Jalan Kok Ahmad, Pelabuhan Pasir, Dusun I Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kamis (4/6/2026).

Aksi lingkungan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Penanaman mangrove di Siak menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam melindungi garis pantai dari abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini merupakan implementasi program Green Policing yang diinisiasi Polda Riau. Di saat yang sama, langkah tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Siak dalam mewujudkan daerah yang hijau, tangguh terhadap perubahan lingkungan, dan berkelanjutan.

Kampung Penyengat sendiri memiliki kawasan lindung pesisir seluas 14 hektare yang selama ini berperan penting menjaga stabilitas wilayah pantai. Keberadaan kawasan itu dinilai strategis karena menjadi penyangga alami terhadap gelombang laut sekaligus habitat berbagai biota pesisir.

Tidak hanya fokus pada penanaman, pemerintah kampung juga menyiapkan langkah keberlanjutan melalui pembangunan area pembibitan mangrove dengan kapasitas mencapai 30.000 bibit. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan bibit untuk program rehabilitasi pesisir pada tahun-tahun mendatang.

Baca Juga:  Dari Ahli Serangga ke Sarjana Biologi, BGN Masuki Babak Baru di Tengah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Kolaborasi ini melibatkan banyak pihak. Selain unsur pemerintah dan kepolisian, kegiatan juga mendapat dukungan organisasi masyarakat sipil, termasuk NGO Teras Riau. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa isu lingkungan kini menjadi agenda bersama yang melampaui batas institusi.

Wakil Bupati Siak Syamsurizal yang hadir langsung dalam kegiatan itu menegaskan bahwa setiap bibit yang ditanam membawa pesan penting bagi masa depan daerah.

“Hari ini kita tidak hanya menanam mangrove, tetapi juga menanam komitmen bersama untuk menjaga pesisir yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas lingkungan yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Menurut Syamsurizal, mangrove memiliki fungsi yang sangat vital bagi wilayah pesisir. Selain mampu menahan laju abrasi, vegetasi ini juga berperan menyerap karbon, mengurangi dampak perubahan iklim, serta menjadi habitat alami bagi berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya.

Manfaat ekonomi juga tidak bisa diabaikan. Kawasan mangrove yang terjaga berpotensi mendukung aktivitas perikanan masyarakat, meningkatkan produktivitas pesisir, hingga membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis lingkungan.

Ia berharap gerakan penanaman mangrove di Siak tidak berhenti pada satu momentum saja. Sebaliknya, kegiatan tersebut harus menjadi gerakan kolektif yang terus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Riau Perkuat Antisipasi Karhutla, Tambahan Helikopter Water Bombing Didatangkan dari Australia

“Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan yang kita lihat bukan lagi bibit kecil, melainkan hamparan mangrove yang tumbuh kuat dan menjadi pelindung alami pesisir Sungai Apit. Itu akan menjadi kebanggaan masyarakat Siak,” katanya.

Sementara itu, keterlibatan Polres Siak dalam program penanaman mangrove menunjukkan semakin luasnya peran aparat penegak hukum dalam mendukung agenda pelestarian lingkungan. Pendekatan Green Policing yang dijalankan Polda Riau tidak hanya menitikberatkan pada penegakan hukum, tetapi juga mendorong upaya pencegahan kerusakan lingkungan melalui aksi nyata di lapangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Camat Sungai Apit Tengku Mukhtasar, Danramil Sungai Apit Kapten Arh Antonius Napitupulu, Kepala Kampung Penyengat Abok Agustinus, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga setempat.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap kawasan pesisir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia, penanaman 7.000 bibit mangrove di Kampung Penyengat menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui kebijakan. Dibutuhkan aksi bersama yang konsisten agar pesisir Siak tetap menjadi ruang hidup yang aman, produktif, dan lestari bagi generasi mendatang. (bsh)

Tinggalkan Balasan