Riau  

Update Cuaca Riau: Tiga Wilayah Berpotensi Hujan, BMKG Temukan 8 Hotspot

BMKG Riau memprakirakan kondisi hujan masih mengguyur sejumlah daerah mulai sore hingga dini hari. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Prakiraan cuaca Riau, Rabu (15/7/2026) masih didominasi udara kabur dan cerah berawan. Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memprediksi, hujan ringan masih berpotensi turun di tiga kabupaten di Riau.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Yasir P mengatakan, potensi hujan diperkirakan muncul pada siang hingga sore hari dengan karakter bersifat lokal.

“Kondisi cuaca pada pagi hari diawali dengan udara kabur dan cerah berawan. Memasuki siang hingga sore hari, cuaca diprediksi cerah berawan dan berawan. Namun tetap ada potensi hujan ringan di sebagian wilayah Pelalawan, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti,” ujarnya.

Setelah memasuki malam hingga dini hari, kondisi cuaca diperkirakan kembali stabil dengan udara kabur hingga cerah berawan. BMKG juga memastikan belum mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Riau pada hari ini.

Data meteorologi menunjukkan, suhu udara berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 sampai 99 persen.

Baca juga:  Hotspot di Riau Berkurang Jadi 5 Titik, BMKG Minta Warga Tetap Waspada Karhutla

Kecepatan angin diperkirakan berada pada kisaran 10 hingga 40 kilometer per jam yang bertiup dari arah Tenggara menuju Barat Daya.

Di sektor maritim, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau diprakirakan hanya 0,5 hingga 1,25 meter sehingga masih tergolong rendah.

Selain perkembangan cuaca, BMKG juga memantau kondisi titik panas yang menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan. Sampai pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 242 hotspot tersebar di Pulau Sumatera.

Sebaran terbesar berada di Sumatera Selatan sebanyak 72 titik, Bangka Belitung 60 titik, Jambi 43 titik, Bengkulu 19 titik, Lampung 17 titik, Sumatera Barat sembilan titik, Aceh tujuh titik, Sumatera Utara enam titik, Kepulauan Riau satu titik, dan Riau delapan titik.

Untuk Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak yakni tiga titik. Sementara Kabupaten Siak memiliki dua titik panas. Adapun Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Bengkalis masing-masing terdeteksi satu titik.

Baca juga:  Sawit Gerus Sempadan Sungai Riau, DPRD Desak Pemprov Riau Tertibkan Perusahaan Perkebunan

Menurut BMKG, pemantauan hotspot penting dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika suhu udara cukup tinggi dan curah hujan mulai berkurang di sejumlah daerah.

Masyarakat diminta tetap memperhatikan kondisi cuaca saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kesehatan akibat suhu yang cukup terik pada siang hari, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Informasi cuaca dan hotspot tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, hingga masyarakat umum untuk mengantisipasi dampak perubahan cuaca sekaligus mencegah meningkatnya risiko karhutla di Riau. (mcr)