PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memperkirakan sebagian wilayah Riau, masih berpotensi diguyur hujan, Selasa (16/6/2026). Bahkan, lima daerah di Riau diprakirakan berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan dapat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga dini hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, kondisi cuaca pada pagi hari umumnya didominasi udara kabur hingga cerah berawan. Namun, potensi hujan mulai meningkat pada siang hingga sore hari dan meluas ke sejumlah wilayah pada malam hingga dini hari.
Pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.
Memasuki malam hari, peluang hujan bergeser ke wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, serta Kota Dumai dengan intensitas ringan hingga sedang.
Sementara pada dini hari, kondisi cuaca basah diprediksi mencakup sebagian besar wilayah Provinsi Riau. Situasi ini berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga menjelang pagi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy menjelaskan, masyarakat perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di sejumlah daerah.
“BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Cuaca ekstrem tersebut berpeluang terjadi di Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar dan Kota Dumai pada sore, malam hingga dini hari,” ujarnya.
Selain potensi hujan, kondisi atmosfer di Riau juga menunjukkan tingkat kelembapan yang cukup tinggi. BMKG mencatat suhu udara berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 55 hingga 100 persen.
Adapun arah angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 10 hingga 30 kilometer per jam.
Di sektor perairan, BMKG menyebut kondisi gelombang laut di wilayah perairan Riau masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran. Tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,5 meter atau masuk kategori rendah.
“Untuk aktivitas pelayaran, kondisi perairan masih relatif aman. Tinggi gelombang laut di wilayah perairan Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,5 meter atau berada pada kategori rendah,” jelas Putri.
Sementara itu, pemantauan satelit BMKG menunjukkan jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mengalami penurunan dibanding beberapa hari sebelumnya. Hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 42 hotspot di seluruh Sumatera.
Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 21 titik. Disusul Jambi dan Sumatera Utara masing-masing tujuh titik, Sumatera Barat tiga titik, Bangka Belitung dua titik, serta Aceh satu titik.
Untuk Provinsi Riau, BMKG hanya mendeteksi satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu.
“Untuk Provinsi Riau, BMKG mendeteksi satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu,” katanya.
Peringatan cuaca dari BMKG menjadi penting bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pada sore hingga malam hari. Potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat memengaruhi mobilitas warga, aktivitas transportasi, hingga kegiatan ekonomi di sejumlah daerah.
Selain itu, meski jumlah hotspot di Riau saat ini masih rendah, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya titik panas baru yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. (mcr)






