PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Arus kendaraan di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai terus mengalami peningkatan sepanjang 2026. Sampai pertengahan tahun, rata-rata lalu lintas harian di ruas tol sepanjang 131,69 kilometer tersebut mencapai 8.277 kendaraan per hari atau naik sekitar 5,3 persen dibanding rata-rata tahun 2025 di angka 7.860 kendaraan per hari.
Kenaikan volume kendaraan tersebut menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sebagai jalur utama mobilitas masyarakat, sekaligus distribusi barang di Riau. Peningkatan ini juga mencerminkan peran strategis ruas tol sebagai infrastruktur yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi di wilayah tengah sampai pesisir timur Sumatera.
Kepala Regional Sumatera Bagian Tengah (SBT) PT Hutama Karya (Persero), Untung Joko Ristyono mengatakan, tren pertumbuhan lalu lintas tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai.
“Sampai pertengahan 2026, rata-rata lalu lintas harian di Ruas Tol Pekanbaru-Dumai sudah mencapai 8.277 kendaraan. Angka ini meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 yang berada di angka 7.860 kendaraan per hari,” kata Untung Joko, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, peningkatan jumlah kendaraan tidak hanya menggambarkan bertambahnya mobilitas masyarakat, tetapi juga menunjukkan semakin besarnya peran jalan tol dalam mendukung aktivitas ekonomi di Riau.
Ruas ini menjadi salah satu jalur penting yang menghubungkan Kota Pekanbaru dengan kawasan industri, perkebunan, hingga Pelabuhan Dumai.
Tol Pekanbaru-Dumai sendiri memiliki panjang 131,69 kilometer dengan konstruksi flexible pavement. Jalan bebas hambatan ini dilengkapi tujuh gerbang tol yang melayani berbagai kawasan strategis, yakni Gerbang Tol Pekanbaru, Minas, Kandis Utara, Kandis Selatan, Pinggir, Bathin Solapan dan Dumai.
Selain gerbang tol, ruas tersebut juga memiliki enam simpang susun (interchange) yang menghubungkan berbagai wilayah di sepanjang jalur tol. Fasilitas pendukung lainnya berupa sembilan rest area juga telah tersedia untuk menunjang kenyamanan pengguna jalan.
Rest area tersebut tersebar di beberapa titik, yaitu RA 14 B, RA 15 A dan B, RA 45 A, RA 46 B, RA 65 A dan B, serta RA 82 A dan B. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna jalan, terutama pada perjalanan jarak jauh antara Pekanbaru dan Dumai.
Secara historis, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai mulai beroperasi pada 26 September 2020 setelah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada 9 September 2020. Selanjutnya, pemerintah menetapkan pengoperasian ruas tersebut melalui Keputusan Menteri pada 21 September 2020, sedangkan tarif tol resmi diberlakukan mulai 10 November 2020.
Sejak beroperasi penuh, Jalan Tol Pekanbaru-Dumai menjadi salah satu ruas penting dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera. Kehadirannya memangkas waktu tempuh perjalanan darat antara Pekanbaru dan Dumai secara signifikan dibandingkan jalur nasional non-tol.
Selain mempercepat mobilitas masyarakat, ruas tol ini juga menjadi jalur utama distribusi logistik dari dan menuju Kota Dumai yang merupakan salah satu pintu ekspor utama di Riau. Kawasan Dumai dikenal memiliki aktivitas industri, pelabuhan, pengolahan kelapa sawit, hingga perdagangan yang membutuhkan akses transportasi darat yang cepat dan efisien.
Untung menilai, tren kenaikan lalu lintas yang terjadi sepanjang tahun ini memperlihatkan bahwa keberadaan jalan tol semakin dibutuhkan oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
“Peningkatan volume kendaraan ini menunjukkan peran strategis Jalan Tol Pekanbaru-Dumai dalam mendukung konektivitas wilayah, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat di Riau,” ujarnya.
Peningkatan lalu lintas tersebut juga menjadi indikator bahwa investasi pemerintah pada sektor infrastruktur mulai memberikan manfaat terhadap aktivitas ekonomi regional.
Dengan akses transportasi yang lebih cepat, biaya perjalanan dan distribusi barang berpotensi menjadi lebih efisien sehingga mendukung daya saing berbagai sektor usaha di Riau.
Bagi masyarakat, meningkatnya penggunaan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai menunjukkan perubahan pola perjalanan yang semakin mengutamakan efisiensi waktu dan kenyamanan.
Sementara bagi dunia usaha, keberadaan ruas tol ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok, terutama untuk komoditas unggulan Riau seperti kelapa sawit, minyak dan gas, serta berbagai hasil industri lainnya.
Dengan tren pertumbuhan lalu lintas yang terus meningkat, Jalan Tol Pekanbaru–Dumai diperkirakan akan tetap menjadi tulang punggung konektivitas darat di Riau. Infrastruktur ini tidak hanya menghubungkan dua kota utama, tetapi juga mendukung pergerakan ekonomi, distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di sepanjang koridor tengah sampai pesisir timur Sumatera. (trp)






