BYD Makin Tak Terkejar di Pasar Mobil Listrik China, Penjualan September Tembus 456 Ribu Unit

BYD memimpin pasar NEV China pada September 2026 dengan penjualan 456.713 unit, jauh meninggalkan Geely Galaxy dan Leapmotor. (Foto: CNBCIndonesia)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di China memasuki fase persaingan yang semakin keras. Namun di tengah laju para produsen yang terus mengejar, BYD masih berdiri paling depan.

Sepanjang September 2026, produsen otomotif asal Shenzhen itu mencatat penjualan global 456.713 mobil penumpang. Jaraknya dengan pesaing terdekat sangat lebar.

Geely Galaxy berada di urutan kedua dengan 130.479 unit, sedangkan Leapmotor mengisi posisi ketiga setelah membukukan 105.656 unit.

Data tersebut memperlihatkan betapa kuatnya posisi BYD di tengah perubahan besar industri otomotif China menuju kendaraan berbasis listrik dan hybrid.

BYD Tembus 456 Ribu Unit Sebulan
Penjualan mobil penumpang BYD pada September terbagi dalam dua kelompok utama. Sebanyak 273.143 unit berasal dari kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Sementara 183.570 unit lainnya berasal dari kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Tak hanya mengandalkan pasar domestik China, BYD juga semakin agresif membawa produknya ke berbagai negara. Pada September 2026, ekspor kendaraan energi baru BYD mencapai 180.700 unit.

Jika kendaraan komersial ikut dihitung, penjualan global BYD pada September mencapai 463.561 unit.

Catatan itu memperlihatkan bahwa kekuatan BYD tidak hanya bertumpu pada penjualan mobil penumpang. Ekspansi internasional ikut menjadi salah satu mesin pertumbuhan perusahaan.

Sembilan Bulan, Penjualan BYD Sudah Lewati 3 Juta Mobil
Laju BYD sepanjang 2026 juga terlihat dari catatan kumulatifnya. Sampai akhir September, penjualan mobil penumpang BYD telah mencapai 3.078.490 unit.

Jika cakupan diperluas dengan memasukkan kendaraan energi baru komersial, jumlah penjualan BYD sejak Januari hingga September mencapai 3.131.576 unit.

Perbedaan angka tersebut berasal dari cakupan kategori kendaraan yang dihitung. Meski demikian, keduanya menunjukkan satu gambaran yang sama: volume penjualan BYD berada jauh di atas para pesaingnya.

Geely Galaxy dan Leapmotor Jadi Penantang Terdekat
Di bawah BYD, Geely Galaxy tampil cukup kuat. Merek kendaraan energi baru milik Geely itu mencatat 130.479 unit pada September.

Capaian tersebut menempatkan Geely Galaxy sebagai merek NEV terbesar kedua dalam daftar penjualan bulan tersebut.

Leapmotor juga menunjukkan performa agresif. Pengiriman September mencapai 105.656 unit, naik 59 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, sekitar 27.000 unit dikirim ke pasar internasional.

Sepanjang Januari-September 2026, Leapmotor telah mengirimkan 665.539 kendaraan. Angka tersebut membuat perusahaan telah mencapai sekitar 66,7 persen dari target tahunan satu juta unit.

Xiaomi Mulai Menekan Para Pemain Lama
Persaingan tidak hanya terjadi di antara produsen otomotif yang sudah lama bermain di industri kendaraan listrik.

Nama-nama baru ikut membuat peta persaingan berubah.

Changan Nevo mencatat 45.607 unit, sedangkan Xpeng membukukan 41.256 unit pada September.

Xiaomi Auto juga mencatat performa sekitar 40.000 unit. Menariknya, lebih dari 10.000 unit di antaranya berasal dari SUV Skynomad.

Hingga September, Xiaomi Auto telah menjual sekitar 269.000 kendaraan. Jumlah tersebut setara dengan 48,9 persen dari target penjualan 2026 yang dipatok 550.000 unit.

Angka itu menunjukkan Xiaomi mulai membangun posisi yang lebih kuat di industri otomotif, setelah sebelumnya dikenal luas sebagai perusahaan teknologi dan produsen perangkat elektronik.

Huawei dan Nio Bersaing Ketat
Di kelompok berikutnya, persaingan berlangsung sangat rapat. HIMA atau Harmony Intelligent Mobility Alliance yang terhubung dengan Huawei mencatat penjualan 37.490 unit pada September.

Angka tersebut berasal dari sejumlah merek yang berada dalam ekosistem HIMA, seperti Aito, Luxeed, Stelato, Maextro dan Shangjie.

Hanya terpaut tipis, grup Nio mencatat 37.408 unit. Penghitungan tersebut mencakup tiga merek, yakni Nio, Onvo dan Firefly.

Selisih keduanya hanya 82 unit. Kondisi ini membuat persaingan di papan tengah pasar NEV China tak kalah menarik dibanding perebutan posisi teratas.

Zeekr Tumbuh Lebih dari 100 Persen
Salah satu sorotan terbesar datang dari Zeekr. Merek premium di bawah Geely itu mencatat pengiriman 37.216 kendaraan pada September 2026. Dibandingkan September tahun sebelumnya, angkanya melonjak 103,85 persen.

Pertumbuhan tiga digit tersebut menjadi salah satu catatan paling mencolok di antara pemain utama pasar NEV China.

Dalam sembilan bulan pertama 2026, Zeekr telah mengirimkan 288.404 kendaraan. Pencapaian tersebut setara sekitar 57,7 persen dari target tahunan sebanyak 500.000 unit.

Di bawah Zeekr, GAC Aion mencatat 35.494 unit, kemudian Li Auto dengan 31.817 unit dan Changan Deepal sebanyak 30.185 unit.

Daftar 15 Merek NEV Terlaris September 2026
Berikut daftar 15 merek kendaraan energi baru dengan pengiriman terbesar sepanjang September 2026:

  1. BYD: 456.713 unit
  2. Geely Galaxy: 130.479 unit
  3. Leapmotor: 105.656 unit
  4. Changan Nevo: 45.607 unit
  5. Xpeng: 41.256 unit
  6. Xiaomi Auto: sekitar 40.000 unit
  7. HIMA: 37.490 unit
  8. Nio: 37.408 unit
  9. Zeekr: 37.216 unit
  10. GAC Aion: 35.494 unit
  11. Li Auto: 31.817 unit
  12. Changan Deepal: 30.185 unit
  13. BAIC NEV/ArcFox: 24.080 unit
  14. Lynk & Co: 18.493 unit
  15. Voyah: 13.025 unit

BYD Masih Menjadi Tolok Ukur Pasar NEV China
Deretan angka tersebut menggambarkan betapa cepatnya industri kendaraan energi baru China berkembang.

Geely Galaxy dan Leapmotor mampu mencatat volume lebih dari 100 ribu unit dalam satu bulan. Xiaomi mulai memperbesar tekanannya terhadap pemain otomotif mapan. Zeekr bahkan membukukan pertumbuhan tahunan di atas 100 persen.

Namun, ketika seluruh angka diletakkan dalam satu daftar, BYD masih berada di kelas berbeda.

Dengan 456.713 mobil penumpang terjual dalam satu bulan, BYD mencatat volume lebih dari tiga kali lipat Geely Galaxy dan lebih dari empat kali penjualan Leapmotor.

Perkembangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perebutan pasar kendaraan listrik China bukan lagi sekadar pertarungan antarprodusen otomotif. Teknologi, kemampuan produksi, ekspansi global, hingga keberanian merek baru masuk ke industri ikut menentukan siapa yang mampu bertahan di barisan depan.

September 2026 pun kembali memperlihatkan satu hal, ketika persaingan NEV China semakin padat, BYD masih menjadi nama yang paling sulit dikejar. (l6c)