Suara Anies-Imin Jeblok di Quick Count, Timnas Tunggu Real Count KPU

Anies dan Muhaimin tumbang berdasarkan quick count lembaga survei. Timnas Anies-Muhamin masih menunggu rekapitulasi suara KPU yang dijadwalkan selesai pada 20 Maret 2024. (Foto: Erlangga Bregas Prakoso)

JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Juru Bicara Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN), Indra Charismiadji menegaskan, hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2024 sejumlah lembaga survei belum menunjukkan penghitungan sebenarnya.

Menurutnya, Timnas AMIN tetap menunggu penghitungan dan rekapitulasi suara KPU. Hal ini disampaikan merespons jebloknya perolehan suara AMIN di DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Jawa Timur versi quick count.

“Quick count bukan hasil resmi KPU. Kami di Timnas sepakat kalau akan menunggu hasil resmi perhitungan KPU (real count) sebagai basis menjalankan langkah selanjutnya,” kata Indra, Senin (19/2/2024).

Indra menduga, Pilpres 2024 kali ini terjadi kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif.

Indra mencontohkan, kecurangan dilakukan melalui politisasi bantuan sosial (bansos) hingga adanya pengerahan aparatur negara jelang Pilpres 2024 untuk memenangkan salah satu paslon.

“Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti tersebut sebagai bahan untuk langkah legal formal selanjutnya,” kata Indra dikutip FokusRiau.Com dari laman CNNIndonesia.com.

Berdasarkan hasil quick count lembaga Politika Research Consulting (PRC), pasangan AMIN kalah di Jawa Timur. Anies-Imin hanya meraih 16,94 persen suara.

Mereka dikalahkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mendominasi dengan 65,59 persen suara dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang berada di urutan kedua dengan 17,47 persen suara.

Namun, hal sebaliknya terjadi di pemilihan legislatif (pileg). Partai yang dipimpin Cak Imin, yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), meroket di Jawa Timur.

Dominasi PKB di Jawa Timur ini terlihat dalam hasil quick count beberapa lembaga survei. Berdasarkan quick count Poltracking, PKB memperoleh suara terbanyak di Jawa Timur dengan 19,34 persen. Sementara PDIP ada di peringkat kedua dengan 16,33 persen.

Kemudian, pasangan AMIN juga tumbang di DKI Jakarta, kawasan yang diprediksi menjadi basis massa mereka pada Pilpres 2024. Sebelum menjadi capres, Anies adalah Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. (bsh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *