Kabar Bahagia dari Tesso Nilo, Anak Gajah Sumatera Jantan Lahir Sehat di Camp EFS

Lisa bersama anak yang baru lahir di Camp Elephant Flying Squad (EFS), Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, Selasa (29/9/2026) pagi. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Suasana di Camp Elephant Flying Squad (EFS), Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (28/9/2026) malam tadi penuh kebahagiaan.

Seekor anak gajah sumatera berjenis kelamin jantan lahir dengan kondisi sehat dari Lisa, induk gajah binaan yang kini berusia 45 tahun.

Kelahiran itu berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB. Hanya berselang sekitar 20 menit, bayi gajah tersebut sudah mampu berdiri dan menopang tubuhnya sendiri.

Momen itu menjadi kabar menggembirakan bagi tim yang selama beberapa hari memantau kondisi Lisa. Persalinan berlangsung secara mandiri dan tidak ditemukan kendala berarti.

Lisa Melahirkan Anak Keenam
Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro mengatakan, proses kelahiran berlangsung lancar. Kondisi anak gajah juga terlihat sehat sejak awal.

“Alhamdulillah, proses kelahiran berjalan lancar. Anak gajah lahir dalam kondisi sehat dan sekitar 20 menit setelah lahir sudah bisa berdiri,” kata Heru, Selasa (29/9/2026).

Bagi Lisa, kelahiran ini bukan pengalaman pertama. Anak gajah jantan yang lahir Senin malam tersebut menjadi anak keenam yang dilahirkannya.

Baca Juga :  KSP Ungkap Tantangan Riau: Kemiskinan, Ekonomi, Sekolah Pedalaman dan Dokter Spesialis

Ada hal menarik dari kelahiran kali ini. Lisa adalah gajah binaan di Camp EFS, sementara pejantan yang menjadi pasangan kawinnya berasal dari populasi gajah liar di kawasan TNTN.

Kondisi tersebut memperlihatkan adanya proses reproduksi antara gajah binaan dan gajah liar di kawasan Tesso Nilo.

Bagi pengelola kawasan konservasi, kelahiran ini juga memberi harapan bagi keberlanjutan populasi gajah sumatera di habitatnya.

Tanda-Tanda Lisa Melahirkan Sudah Terlihat
Tim lapangan tidak melepas perhatian terhadap Lisa menjelang persalinan.

Pemantauan lebih intensif dimulai sejak Minggu (27/9/2026). Saat itu, mahout atau pawang gajah, dokter hewan dan perawat satwa mulai melihat sejumlah perubahan pada kondisi Lisa.

Salah satu tandanya terlihat dari bagian mammae atau kelenjar susu yang mulai mengeras. Perilaku Lisa juga berubah. Ia tampak semakin gelisah.

Memasuki Senin pagi, pergerakan Lisa mulai melambat. Kondisi tersebut membuat tim meningkatkan pengawasan karena tanda-tanda kelahiran semakin jelas.

Akhirnya, Senin malam, Lisa melahirkan anak jantan dalam keadaan sehat.

Baca Juga :  ISPU Capai 181 dan PM10, Kualitas Udara Kampar Masuk Kategori Tidak Sehat

Sekitar pukul 19.20 WIB, atau 20 menit setelah dilahirkan, bayi gajah itu sudah mampu berdiri tegak. Kemampuan tersebut menjadi salah satu tanda awal bahwa kondisi fisiknya cukup baik.

Memiliki Berat Sekitar 129 Kilogram
Pemeriksaan awal yang dilakukan tim menunjukkan kondisi anak gajah dalam keadaan sehat.

Bayi gajah tersebut memiliki tinggi 96 sentimeter dengan panjang badan 101 sentimeter. Lingkar dadanya tercatat 125 sentimeter.

Sementara suhu tubuhnya berada di angka 36 derajat Celsius dengan berat sekitar 129 kilogram. Setelah kelahiran, perhatian tim belum berhenti. Lisa dan anaknya masih mendapatkan pengawasan ketat selama 24 jam.

Mahout bersama tim medis satwa memastikan bayi gajah mendapatkan air susu dari induknya. Kondisi fisik Lisa juga terus dipantau untuk memastikan proses pemulihan setelah persalinan berjalan baik.

Kelahiran Baru di Tengah Upaya Menjaga Gajah Sumatera
Bagi Balai Taman Nasional Tesso Nilo, kelahiran anak gajah ini membawa kabar baik dari kawasan konservasi yang menjadi salah satu habitat gajah sumatera di Riau.

Baca Juga :  Kejar-kejaran Warnai Penertiban Gepeng dan Pengamen di Pusat Kota Pekanbaru

Kehadiran individu baru menambah catatan kelahiran gajah di kawasan tersebut. Terlebih, anak yang lahir dari Lisa memiliki hubungan reproduksi dengan gajah liar.

Heru menyampaikan apresiasi kepada para mahout, tenaga medis satwa dan seluruh tim lapangan yang telah melakukan pemantauan terhadap Lisa hingga proses kelahiran berlangsung aman.

Kini, perhatian tim tertuju pada dua hal: memastikan Lisa pulih setelah melahirkan dan memastikan anaknya tumbuh sehat di bawah pengawasan tim konservasi.

Bagi para penjaga gajah di Tesso Nilo, malam kelahiran itu bukan sekadar bertambahnya satu ekor gajah. Ada kehidupan baru yang harus dijaga sejak langkah pertamanya. (tpc)