Tak Hanya Sekadar Akses Perbankan, OJK Riau Dorong Masyarakat Makin Melek Keuangan

OJK Riau menargetkan inklusi keuangan 93 persen pada 2026. Fredly Nasution dorong kolaborasi untuk memperluas akses layanan keuangan masyarakat. (Foto: Dok. Kominfo)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, menjadi salah satu agenda yang akan digenjot Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau di bawah kepemimpinan Moh. Fredly Nasution.

Targetnya tidak kecil. Tingkat inklusi keuangan nasional dipatok mencapai 93 persen pada 2026, kemudian meningkat sampai 98 persen pada 2045.

Untuk mengejar sasaran tersebut, OJK Riau akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku industri jasa keuangan.

Fredly menilai, perluasan akses keuangan harus berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman masyarakat. Sebab, masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses ke perbankan maupun layanan keuangan lainnya, tetapi juga perlu memahami cara memanfaatkannya secara tepat.

Komitmen itu disampaikan Fredly setelah dikukuhkan sebagai Kepala OJK Provinsi Riau. Ia menyatakan akan memanfaatkan amanah baru tersebut untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan agar target inklusi dan literasi keuangan dapat diwujudkan.

Baca Juga :  Warga Kulim Kini Bisa Belanja Sembako Murah, Ini Daftar Harga di Pasar Murah Mentangor

“Seperti yang diharapkan, kita akan membangun sinergi agar target inklusi dan literasi keuangan tercapai. Targetnya 93 persen pada 2026 dan pada 2045 mencapai 98 persen, itu akan terus kita dorong agar bisa tercapai,” ujarnya.

Akses Keuangan Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat
Bagi OJK, peningkatan inklusi keuangan tidak sebatas memperbanyak masyarakat yang menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. Lebih jauh, akses tersebut diharapkan membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas.

Masyarakat yang mampu mengakses layanan keuangan dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mendukung aktivitas ekonomi, termasuk dalam mengelola kebutuhan keuangan dan memanfaatkan berbagai fasilitas pembiayaan.

Karena itu, peningkatan literasi menjadi pekerjaan yang tidak bisa dipisahkan dari perluasan inklusi. Pemahaman yang memadai dibutuhkan agar masyarakat mampu menentukan pilihan layanan keuangan sesuai kebutuhan dan terhindar dari risiko yang merugikan.

Baca Juga :  KPK Evaluasi Tata Kelola BSP, Robi Berharap Kontribusi ke Daerah Makin Besar

Agusman Titip Pengawasan dan Perlindungan Konsumen
Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner OJK, Agusman mengingatkan, kepemimpinan baru di OJK Riau membawa tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan program sekaligus melanjutkan capaian yang telah dibangun sebelumnya.

Ia berharap, Fredly mampu menjalankan amanah tersebut dengan profesional, terutama dalam memperkuat pengawasan sektor jasa keuangan dan memastikan perlindungan masyarakat tetap berjalan.

“Banyak harapan dan hal-hal yang harus dilanjutkan dari jejak terdahulu. Amanahnya tentu semakin besar, semoga terlaksana dengan baik dan bisa melindungi masyarakat,” kata Agusman.

Menurutnya, kemajuan sektor keuangan membutuhkan dukungan bersama. Pemerintah daerah, industri jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan mengambil peran dalam menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  Warga Kulim Kini Bisa Belanja Sembako Murah, Ini Daftar Harga di Pasar Murah Mentangor

”Mari sama-sama mendukung sektor keuangan, khususnya di Riau, sehingga ekonomi tumbuh berkelanjutan,” ajaknya.

Agusman juga berharap penguatan sektor jasa keuangan tidak berhenti pada pencapaian program jangka pendek atau satu periode kepemimpinan. Kontribusinya harus terus dirasakan dalam pembangunan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan kepemimpinan Fredly, OJK diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan keuangan, meningkatkan pemahaman masyarakat, sekaligus menjaga industri jasa keuangan di Riau tetap sehat dan terpercaya. (mcr)