Toyota Belum Rilis Mobil Listrik Murah di Indonesia, Tunggu Respons Pasar

Booth Toyota di ajang IIMS 2026. (Foto: Dok. TAM)

JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Di tengah gencarnya rencana peluncuran mobil listrik murah oleh berbagai produsen otomotif, Toyota memilih melangkah lebih hati-hati di pasar Indonesia. Pabrikan asal Jepang ini menegaskan tidak ingin tergesa-gesa merilis kendaraan listrik murah sebelum benar-benar memahami kebutuhan konsumen.

Pendekatan tersebut disampaikan Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily. Ia menjelaskan bahwa setiap teknologi baru yang diperkenalkan Toyota biasanya melalui tahapan evaluasi pasar terlebih dahulu.

“Biasanya kita datang, kita display, kita preview, kita lihat responnya. Lalu kita coba datangkan unit dari luar. Kalau diterima dengan baik, baru kita lanjut,” ujar Ernando di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut Ernando, strategi ini bukan sekadar soal menghadirkan produk baru, tetapi juga bagian dari komitmen Toyota dalam memperkuat industri otomotif nasional secara berkelanjutan.

Dampak Industri dan Lapangan Kerja

Ia menilai kehadiran industri manufaktur memiliki dampak ekonomi yang luas, termasuk membuka peluang kerja dalam jumlah besar.

“Kenapa? Teman-teman kan tahu, manufacturing itu multiplier effect-nya besar. Menciptakan lapangan pekerjaan yang besar,” katanya.

Ernando menjelaskan, ketika sektor manufaktur tumbuh, dampaknya akan terasa pada peningkatan ekonomi masyarakat secara lebih merata.

“Pada saat multiplier effect-nya besar, ekonomi pertumbuhannya akan lebih baik dan lebih merata. Pada saat ekonomi bertumbuh, daya beli orang untuk membeli mobil juga akan lebih baik,” ujarnya.

Strategi Elektrifikasi Bertahap Toyota

Toyota saat ini menjalankan strategi elektrifikasi secara bertahap melalui berbagai teknologi kendaraan ramah lingkungan. Mulai dari hybrid, plug-in hybrid, hingga kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).

Salah satu model BEV yang telah diperkenalkan di Indonesia adalah Toyota bZ4X. Model ini bahkan sudah dirakit secara lokal sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Meski belum merilis mobil listrik murah, Ernando menegaskan Toyota tetap memiliki rencana ke arah tersebut. Namun keputusan peluncuran tetap bergantung pada kebutuhan pasar.

“Kalau ditanya ada rencana atau tidak, pasti ada. Balik lagi ke customer. Selama kebutuhan customer ada, pasti kita akan berusaha,” kata Ernando.

Pendekatan ini selaras dengan strategi multi-pathway Toyota, yakni menyediakan beragam pilihan teknologi elektrifikasi agar konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan.

Honda Mulai Agresif di Mobil Listrik

Sementara itu, pabrikan Jepang lainnya mulai menunjukkan langkah lebih agresif di segmen kendaraan listrik di Indonesia.

PT Honda Prospect Motor (HPM) menyiapkan tiga model elektrifikasi baru yang akan diperkenalkan pada 2026. Tiga model tersebut terdiri dari dua kendaraan hybrid dan satu mobil listrik murni.

“Kita akan menambah dua model hybrid dan satu model battery electric vehicle di 2026,” ujar Sales & Marketing and After Sales Director HPM Yusak Billy.

Meski belum diumumkan secara resmi, mobil listrik tersebut diduga mengarah pada Honda Super One, model kompak yang disebut-sebut bakal bermain di segmen hatchback murah, mirip dengan konsep Brio listrik.

Indikasi ini juga terlihat dari munculnya kode kendaraan listrik baru dalam daftar Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kendaraan dengan kode JG6 A EV ZZE tercatat memiliki nilai Rp257 juta.

Namun Billy menegaskan bahwa pencantuman NJKB tersebut masih sebatas proses administratif dan belum mencerminkan harga jual resmi kepada konsumen. (kps/bsh)

Tinggalkan Balasan