PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru, Rabu (23/9/2026) malam sampai Kamis dini hari tadi membawa perubahan signifikan terhadap kondisi udara.
Kabut asap yang sebelumnya sempat mengganggu kualitas udara, perlahan menghilang. Langit Pekanbaru terlihat lebih cerah, sementara konsentrasi partikulat halus PM2.5 turun ke level rendah.
Data BMKG yang dipantau, Kamis (24/9/2026) menunjukkan, PM2.5 Pekanbaru berada di angka 7,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka itu masuk kategori Baik dalam klasifikasi kualitas udara BMKG.
Perbaikan tersebut terjadi setelah hujan turun cukup deras di wilayah Pekanbaru dan sekitarnya.
Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin menyambut perbaikan kondisi tersebut. Menurut dia, perubahan cuaca langsung terlihat dari kondisi langit yang kembali cerah.
“Alhamdulillah hujan tadi malam sampai dinihari, kualitas udara sudah membaik,” kata Zulhelmi kepada media di Pekanbaru, Kamis (24/9/2026).
Di sisi lain, perubahan kualitas udara ini memberi ruang bagi masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas luar ruangan dengan kondisi yang lebih nyaman.
Zulhelmi mengatakan, langit biru mulai terlihat. Awan juga tampak lebih jelas dibandingkan beberapa hari sebelumnya ketika kabut asap menyelimuti sebagian wilayah kota.
Pemerintah Kota Pekanbaru berharap, kondisi tersebut dapat bertahan dalam beberapa hari ke depan.
Harapan itu didukung peluang hujan yang masih terbuka. BMKG pada 24 September juga mencatat adanya peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau dalam periode pagi hari.
“Apalagi BMKG juga memprediksi masih ada potensi hujan beberapa hari ini, kita berharap hujan mengguyur merata,” ujar Zulhelmi.
Sebelumnya, kualitas udara Pekanbaru sempat mengalami perubahan tajam dalam beberapa hari terakhir. Data yang dipublikasikan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 pernah berada pada level jauh lebih tinggi sebelum kembali turun setelah hujan.
Sekolah Kembali Berjalan Normal
Membaiknya kualitas udara turut berdampak pada aktivitas pendidikan. Peserta didik di Pekanbaru kembali menjalani pembelajaran tatap muka setelah kondisi udara membaik.
Pemkot Pekanbaru sebelumnya telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk mengevaluasi perkembangan kondisi udara serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.
Perubahan kondisi udara menjadi salah satu pertimbangan dalam memastikan kegiatan masyarakat dapat berjalan kembali dengan lebih normal.
Meski udara sudah berada pada kategori baik, pemerintah kota tidak langsung menutup layanan kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan akibat paparan kabut asap.
Zulhelmi mengatakan seluruh puskesmas di Pekanbaru tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan.
Saat ini terdapat 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru dan tetap siap melayani warga.
Langkah tersebut menjadi bagian dari antisipasi pemerintah setelah beberapa hari sebelumnya kualitas udara sempat memburuk dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat. (trp)






