BMKG Peringatkan Enam Kabupaten di Riau, Hujan Lebat Disertai Petir Mengintai

BMKG memperingatkan enam kabupaten di Riau berpotensi dilanda hujan lebat, petir, dan angin kencang hingga dini hari. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Warga enam kabupaten di Riau diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang dan lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang, Rabu (4/11/2026). Cuaca buruk diprakirakan muncul mulai siang atau sore, kemudian berpeluang berlanjut malam dan dini hari.

Peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tersebut mencakup Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti.

Forecaster On Duty BMKG, Putri Santy S mengingatkan masyarakat agar memperhatikan perkembangan cuaca, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Hujan yang disertai sambaran petir dan hembusan angin kencang berpotensi mengganggu kegiatan warga.

Sebelum memasuki periode siang dan sore, hujan ringan berpeluang turun pada pagi hari di sebagian wilayah Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Pelalawan, dan Kuantan Singingi.

Memasuki siang hingga sore, potensi hujan meningkat di sejumlah daerah. Enam kabupaten masuk dalam perhatian BMKG karena berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Baca Juga :  Siapkan Rp13 Miliar Buat Seragam Gratis 2027, Siswa di Pekanbaru Bakal Dapat Baju Melayu

Putri menjelaskan, kondisi tersebut tidak hanya berpotensi terjadi pada siang atau sore. Cuaca serupa juga perlu diwaspadai pada malam hingga dini hari di sejumlah wilayah.

Saat malam tiba, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, dan Pekanbaru.

Peluang hujan berlanjut hingga dini hari di Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Kota Dumai.

Suhu Udara Mencapai 34 Derajat Celsius
Di tengah potensi hujan, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada rentang 24 hingga 34 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara berkisar 50-99 persen.

Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.

Sementara itu, kondisi perairan Riau diprakirakan relatif kondusif dari sisi tinggi gelombang. BMKG mencatat gelombang laut berada pada kisaran 0,5-1,25 meter, yang masuk kategori rendah.

Meski demikian, masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut tetap perlu memperhatikan informasi cuaca terkini sebelum melakukan perjalanan.

Baca Juga :  Warga Kuansing Diminta Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir, Riau Miliki Lima Titik Panas

Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau
Di tengah prakiraan hujan, pemantauan hotspot atau titik panas di Riau masih menunjukkan adanya aktivitas panas yang terdeteksi hingga pukul 23.59 WIB.

Berdasarkan data pemantauan tersebut, terdapat tujuh titik panas di provinsi ini. Indragiri Hilir mencatat jumlah terbanyak, yakni tiga titik, disusul Pelalawan dengan dua titik. Sementara Bengkalis dan Indragiri Hulu masing-masing mencatat satu titik.

Di tingkat Sumatera, jumlah titik panas jauh lebih besar, mencapai 898 titik. Jambi menjadi daerah dengan sebaran terbanyak, yakni 344 titik, diikuti Sumatera Selatan dengan 333 titik.

Bangka Belitung mencatat 178 titik panas, Lampung 23 titik, Bengkulu tujuh titik, Kepulauan Riau tiga titik, Aceh dua titik, dan Sumatera Barat satu titik.

Data titik panas tersebut menjadi bagian dari pemantauan kondisi lingkungan di tengah perubahan cuaca di sejumlah wilayah Sumatera. Keberadaan hotspot sendiri perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Cuaca Hari Ini Cerah Berawan, Kualitas Udara Pekanbaru Sedang, IQAir Catat Angka 87

BMKG mengimbau masyarakat di daerah yang masuk peringatan dini agar tidak mengabaikan perubahan cuaca, terutama ketika hujan mulai turun disertai petir dan angin kencang.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan perlu mewaspadai kondisi tersebut sejak siang hingga malam. Potensi hujan yang berlanjut sampai dini hari juga perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan pada malam hari.

Masyarakat diharapkan mengikuti pembaruan informasi cuaca dari BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan kondisi di wilayah masing-masing. (bsh)