PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Operasi pemberantasan narkoba yang berlangsung serentak di sejumlah wilayah Indonesia, mendapat apresiasi dan dukungan DPRD Pekanbaru. Langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto itu, harus menjadi awal dari penindakan yang konsisten, termasuk membongkar jaringan peredaran narkotika sampai ke pemasoknya.
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Aidhil Nur Putra, SH menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Polri yang menyasar kawasan-kawasan yang diduga menjadi pusat aktivitas narkoba.
Menurutnya, penindakan tidak boleh berhenti pada operasi sesaat. Aparat perlu memastikan kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali menjadi tempat transaksi dan peredaran narkotika.
“Pasti kita dukung penuh. Apalagi pemberantasan narkoba harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh hingga ke akar-akarnya. Ini harus kontinu,” kata Aidhil kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Dia menilai, keseriusan aparat sangat dibutuhkan untuk melindungi generasi muda sekaligus menciptakan lingkungan masyarakat yang aman dari ancaman narkoba.
Sasar Kampung Narkoba
Komitmen pemberantasan narkotika ditunjukkan melalui operasi gabungan yang berlangsung, Minggu (11/10/2026). Penindakan dilakukan di sejumlah wilayah Sumatera, Sulawesi, Jawa, dan Kalimantan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.
Operasi tersebut melibatkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, jajaran Polda di wilayah sasaran, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) tingkat provinsi.
Dalam rangkaian penggerebekan itu, petugas mengamankan ratusan orang dan menyita berbagai barang bukti, mulai dari narkotika hingga peralatan yang digunakan untuk mengonsumsi barang terlarang.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa penindakan di kawasan rawan narkoba dapat bersinggungan dengan aktivitas ilegal lainnya yang ditemukan saat operasi berlangsung.
Pekanbaru Jadi Bagian dari Penindakan
Di Pekanbaru, jajaran Polresta Pekanbaru turut melakukan penindakan di kawasan Jalan Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan, yang selama ini dikenal rawan peredaran narkoba.
Aidhil mengapresiasi langkah kepolisian tersebut. Dia berharap, operasi serupa terus dilaksanakan agar ruang gerak para pelaku semakin terbatas.
Namun, ia mengingatkan agar upaya pemberantasan tidak hanya berpusat pada dua kawasan tersebut. Aparat diminta menelusuri wilayah lain apabila ditemukan indikasi aktivitas peredaran narkotika.
Sejumlah kawasan seperti Panam, Rumbai, Payung Sekaki, dan Tenayan Raya, menurutnya juga perlu mendapat perhatian.
“Jika ada wilayah lain yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran narkoba, tentu harus ditelusuri dan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. (trp)






