Udara Siak Kembali Tak Sehat, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Kualitas udara di Kabupaten Siak kembali masuk kategori tak sehat. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Kondisi kualitas udara di Kabupaten Siak, Riau, kembali perlu menjadi perhatian. Kecamatan Bungaraya tercatat sebagai wilayah dengan angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tertinggi pada Minggu, 20 September 2026.

Data pemantauan yang diperbarui pada pukul 08.00 WIB menunjukkan ISPU Bungaraya berada di angka 173. Berdasarkan klasifikasi ISPU, angka tersebut masuk kategori Tidak Sehat.

Situasi ini membuat masyarakat, khususnya kelompok rentan, perlu lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Data yang dipublikasikan Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menunjukkan, kondisi udara kurang baik tidak hanya terjadi di Bungaraya.

Sebanyak 13 kecamatan lainnya mencatat, angka ISPU mulai dari 105 hingga 144. Seluruhnya berada dalam kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif berdasarkan informasi pemantauan yang disampaikan kepada masyarakat.

Kerinci Kanan berada di posisi berikutnya dengan ISPU 144. Kemudian Lubuk Dalam mencapai 138, Minas 137, sedangkan Tualang dan Sungai Apit sama-sama berada di angka 135.

Baca Juga :  Polisi Datang, Penambang PETI Kabur! Polisi Musnahkan 22 Rakit di Kuansing

Kecamatan Koto Gasib mencatat ISPU 127, disusul Sungai Mandau 123 dan Sabak Auh 122. Sementara itu, Dayun berada pada angka 118, Pusako 115, Mempura 114, Kandis 111, dan Kecamatan Siak 105.

Dengan demikian, seluruh 14 kecamatan yang tercantum dalam pembaruan data tersebut berada pada rentang ISPU 101–200.

Diskominfo Siak Ingatkan Warga Kurangi Paparan Udara Luar
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Rozi Chandra, menyampaikan bahwa informasi kualitas udara terus diperbarui agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan kondisi udara di wilayah masing-masing.

Data yang dipublikasikan pada Minggu pagi itu bersumber dari pemantauan melalui ispu.kemenlh.go.id dan weather.com.

Rozi mengingatkan masyarakat agar mengurangi paparan udara luar ketika kualitas udara memburuk, terutama anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap pencemaran udara.

Baca Juga :  Kabut Asap Bertahan, Udara Pekanbaru Masih Masuk Kategori Tidak Sehat

Imbauan tersebut juga mencakup penggunaan masker ketika berada di luar rumah. Masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas fisik berat di ruang terbuka, mencukupi kebutuhan air minum, serta memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga.

ISPU Bisa Berubah Mengikuti Kondisi Atmosfer
Angka ISPU tidak bersifat tetap. Perubahannya dapat mengikuti kondisi atmosfer dan konsentrasi pencemar yang terpantau di masing-masing wilayah.

Karena itu, masyarakat di Siak disarankan memantau pembaruan kualitas udara sebelum menentukan aktivitas di luar ruangan.

Berikut data ISPU Kabupaten Siak pada Minggu, 20 September 2026 pukul 08.00 WIB:

  • Bungaraya: 173 – Tidak Sehat
  • Kerinci Kanan: 144 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Lubuk Dalam: 138 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Minas: 137 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Tualang: 135 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Sungai Apit: 135 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Koto Gasib: 127 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Sungai Mandau: 123 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Sabak Auh: 122 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Dayun: 118 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Pusako: 115 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Mempura: 114 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Kandis: 111 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
  • Siak: 105 – Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif
Baca Juga :  Syair Perang Siak Kini Jadi IKON Nasional 2026, Kado Istimewa Jelang HUT ke-27

Masyarakat dapat menjadikan pembaruan ISPU sebagai salah satu pertimbangan sebelum beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi udara menunjukkan peningkatan pencemaran. (trp)