Artotel Group Dorong Restorasi Alam, Investasi Ekosistem Dinilai Jadi Kunci Ketahanan Bisnis

Founder & CEO Artotel Group, Erastus Radjimin berbicara di Sustainability Talk bertajuk “Building Resilience Through Nature: Why Investing in Nature Matters for Business Resilience” yang berlangsung di The Rooang at Bimasena, Jakarta, Rabu (23/9/2026). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, FOKUSRIAU.COM-Industri perhotelan tidak hanya bergantung pada bangunan, pelayanan dan tingkat kunjungan wisatawan. Keberlangsungan destinasi tempat hotel beroperasi juga sangat dipengaruhi kondisi alam dan lingkungan.

Pandangan tersebut disampaikan Founder & CEO Artotel Group, Erastus Radjimin dalam Sustainability Talk bertajuk “Building Resilience Through Nature: Why Investing in Nature Matters for Business Resilience” yang berlangsung di The Rooang at Bimasena, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Forum membahas hubungan antara investasi terhadap alam dengan daya tahan bisnis dalam jangka panjang. Bagi sektor hospitality, kondisi lingkungan dinilai memiliki hubungan langsung dengan keberlanjutan destinasi dan aktivitas ekonomi di dalamnya.

Diskusi digelar melalui kolaborasi Artotel Group, The Bimasena dan Bumiterra. Sejumlah pelaku bisnis dan praktisi dari berbagai sektor turut hadir, mulai dari eksekutif perusahaan, investor, pemimpin industri hospitality hingga praktisi keberlanjutan dan media.

Restorasi Alam Jadi Bagian dari Strategi Bisnis
Erastus melihat ketergantungan industri perhotelan terhadap alam terjadi sejak tahap pembangunan hingga kegiatan operasional sehari-hari.

Hotel membutuhkan berbagai sumber daya alam dan pada saat yang sama ikut berinteraksi dengan lingkungan di sekitar destinasi. Karena itu, upaya menjaga ekosistem tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyentuh keberlangsungan bisnis dan kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah di Pekanbaru Tembus Rp80 Ribu, Pembeli Mulai Pangkas Belanja

Menurut Erastus, pemulihan alam harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang. Tujuannya bukan sebatas memperbanyak tanaman, melainkan memastikan ekosistem tetap mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan generasi berikutnya.

“Restorasi alam bukan hanya tentang menanam kembali pohon, tetapi tentang menjaga dan memulihkan ekosistem agar dapat terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” kata Erastus Radjimin.

Ditambahkan, investasi terhadap alam dapat membantu menjaga keberlanjutan destinasi sekaligus memperkuat daya tahan industri hospitality ketika menghadapi berbagai tantangan dalam jangka panjang.

Program ESG Artotel Group Diperluas
Komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan telah diperkuat Artotel Group sejak 2022 melalui program The Art of Goodness.

Melalui program tersebut, perusahaan mendorong penerapan prinsip ESG dengan aksi yang dapat diukur dan dipantau hasilnya. Restorasi alam kemudian ditempatkan sebagai salah satu bentuk perluasan kontribusi perusahaan di luar lingkungan operasional hotel.

Pendekatan ini membuat kegiatan keberlanjutan tidak berhenti di dalam kawasan hotel. Dampaknya diarahkan hingga ke lingkungan sekitar dan destinasi tempat perusahaan menjalankan kegiatan usaha.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah di Pekanbaru Tembus Rp80 Ribu, Pembeli Mulai Pangkas Belanja

Bagi industri hospitality, keberadaan destinasi yang sehat menjadi bagian dari ekosistem bisnis. Lingkungan yang terjaga dapat berjalan beriringan dengan kehidupan masyarakat serta aktivitas pariwisata.

Pulihkan Hutan di Kalimantan Barat
Langkah konkret Artotel Group kini dilakukan melalui kerja sama dengan Bumiterra, perusahaan restorasi alam bersertifikasi B Corp yang melibatkan dukungan komunitas lokal.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memulihkan 1 hektare lahan di Desa Rumbih, Kalimantan Barat.

Program restorasi tidak hanya berfokus pada penanaman pohon. Perawatan kawasan dan pemulihan keanekaragaman hayati ekosistem hutan hujan juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Artotel Group menempatkan program ini sebagai bagian dari penguatan agenda ESG perusahaan. Harapannya, kontribusi terhadap lingkungan dapat memberikan dampak lebih luas dan tidak terbatas pada kawasan tempat hotel beroperasi.

Ketahanan Destinasi dan Bisnis Saling Berkaitan
Bagi Erastus, menjaga alam juga berarti menjaga fondasi destinasi wisata dalam jangka panjang.

Ketika ekosistem tetap terpelihara, masyarakat di sekitar destinasi memiliki ruang untuk berkembang bersama lingkungan yang lebih sehat. Kondisi tersebut pada gilirannya berkaitan dengan keberlangsungan sektor hospitality yang menggantungkan aktivitas bisnisnya pada daya tarik dan kualitas sebuah destinasi.

Baca Juga :  Harga Cabai Merah di Pekanbaru Tembus Rp80 Ribu, Pembeli Mulai Pangkas Belanja

Perspektif itu turut menjadi pembahasan dalam Sustainability Talk yang menghadirkan Adisti Ikayanti, CEO MAKA Group dan Matt Leggett, Founder & CEO Terratai. Diskusi dipandu Tara Susanto-Joseph, Co-founder & CEO Bumiterra.

Forum lintas industri tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai keberlanjutan kini tidak hanya berada di ranah lingkungan. Investasi pada alam juga berkaitan dengan bagaimana perusahaan membangun ketahanan usaha dan menciptakan nilai dalam jangka panjang.

Bagi Artotel Group, restorasi di Desa Rumbih menjadi salah satu langkah untuk menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam aksi nyata, sekaligus memperluas dampak positif perusahaan hingga ke luar area operasional hotel. (bsh)