KAMPAR, FOKUSRIAU.COM-Ratusan warga Sei Jernih, Kelurahan Pasir Sialang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (1/9/2026) mendatangi ruas Jalan Sei Jernih menuju PT Agrinas Palma Nusantara.
Mereka membawa sejumlah aspirasi, terkait aktivitas perkebunan perusahaan di wilayah tersebut.
Warga meminta adanya kepastian mengenai kesempatan kerja, keterbukaan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan perkebunan.
Aksi berlangsung damai. Massa juga memberikan waktu 2×24 jam kepada manajemen perusahaan untuk merespons tuntutan mereka. Batas waktu tersebut, Kamis (3/9/2026).
Warga Minta Perjelas Hubungan Perusahaan dan Masyarakat
Tokoh masyarakat Sei Jernih, Salman Alfarizi menyampaikan aspirasi warga bersama Koordinator Lapangan Eri Bakri dan Ketua LPM Habibullah.
Salman menegaskan, kedatangan warga bukan untuk menghambat kegiatan perusahaan.
Menurutnya, masyarakat ingin memperoleh kepastian mengenai ruang keterlibatan warga dalam aktivitas perusahaan yang berlangsung di sekitar permukiman mereka.
“Kami datang bukan untuk mengganggu aktivitas perusahaan. Kami ingin menyampaikan aspirasi dan tuntutan masyarakat Sei Jernih agar hak serta kepentingan masyarakat sekitar dapat diperhatikan dan diberikan kepastian,” ujar Salman.
Ia menyebut, ada beberapa persoalan yang selama ini menjadi perhatian warga.
Di antaranya menyangkut penerimaan tenaga kerja lokal, pengelolaan CSR, pengadaan kebun masyarakat, kegiatan angkutan perusahaan, hingga kondisi jalan kampung.
Lima Tuntutan Warga Sei Jernih
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan lima tuntutan kepada PT Agrinas Palma Nusantara, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Johan Sentosa.
Pertama, warga meminta perusahaan memberikan porsi 20 persen dari total karyawan kepada masyarakat Sei Jernih.
Kedua, masyarakat meminta transparansi mengenai jumlah serta penyaluran dana CSR perusahaan kepada warga Sei Jernih dan masyarakat Kelurahan Pasir Sialang.
Ketiga, warga meminta perusahaan melibatkan masyarakat Sei Jernih dalam pengadaan kebun masyarakat sebesar 20 persen sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Keempat, masyarakat meminta adanya kerja sama dengan perusahaan dalam kegiatan angkutan yang berkaitan dengan aktivitas perkebunan.
Kelima, warga meminta perusahaan melakukan perawatan terhadap jalan kampung Sei Jernih yang digunakan untuk menunjang kegiatan perkebunan.
Lima poin tersebut menjadi pokok aspirasi yang diserahkan kepada manajemen perusahaan saat aksi berlangsung.
Manajemen Terima Tuntutan Warga
Perwakilan PT Agrinas Palma Nusantara, di antaranya Danu dan GM Pohan bersama jajaran manajemen menerima aspirasi masyarakat.
Pihak perusahaan menyatakan, dokumen tuntutan tersebut akan diteruskan kepada manajemen untuk dipelajari dan ditindaklanjuti.
“Tuntutan masyarakat sudah kami terima. Selanjutnya akan kami sampaikan dan tindak lanjuti melalui manajemen perusahaan,” ujar perwakilan perusahaan.
Penerimaan tuntutan itu belum menjadi jawaban atas lima permintaan yang disampaikan warga. Masyarakat kini menunggu sikap manajemen hingga batas waktu yang telah mereka tetapkan.
Warga Tunggu Respons 3 September
Salman berharap, aspirasi yang telah diterima perusahaan segera masuk dalam pembahasan. Ia meminta ada langkah konkret, bukan sekadar penerimaan dokumen tuntutan.
“Tuntutan ini sudah kami sampaikan dan sudah diterima oleh pihak manajemen. Kami memberikan waktu 2 x 24 jam sampai Kamis tanggal 3 September. Kami berharap dalam waktu tersebut ada respons dan langkah konkret dari perusahaan,” tegas Salman.
Warga Sei Jernih berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi antara masyarakat dan perusahaan.
Mereka juga menginginkan keterlibatan warga dalam aktivitas perkebunan memberikan manfaat ekonomi yang lebih nyata.
Respons manajemen PT Agrinas Palma Nusantara ini menjadi perhatian warga, setelah lima tuntutan disampaikan dalam aksi damai tersebut. (rac)






