Riau Masuk Enam Besar Ekonomi Nasional, Pertumbuhan Tanpa Migas Justru Melambat

Ekonomi Riau tumbuh 4,65 persen pada triwulan III-2026 dengan PDRB Rp351,08 triliun. Namun, pertumbuhan tanpa migas melambat. (Foto: Detikcom)

PEKANBARU, FOKUSRIAU.COM-Provinsi Riau masih mempertahankan posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia. Pada triwulan III-2026, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau mencapai Rp351,08 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, di balik capaian tersebut, terdapat catatan yang perlu mendapat perhatian. Pertumbuhan ekonomi Riau tanpa memperhitungkan sektor minyak dan gas bumi (migas), justru mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026) mengungkap, pertumbuhan ekonomi tanpa migas pada triwulan III-2026 tercatat 5,22 persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2025, ketika ekonomi nonmigas Riau mampu tumbuh 5,54 persen.

“Ekonomi Riau triwulan III-2026 jika dihitung tanpa migas tumbuh 5,22 persen (y-on-y), lebih lambat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 5,54 persen,” jelas Asep.

Baca Juga :  4.000 KK Masuk Program Relokasi Tesso Nilo, Pemulihan Hutan Baru 511 Hektare

Jasa Perusahaan Jadi Motor Pertumbuhan
Berdasarkan data BPS, kinerja ekonomi Riau secara tahunan masih menunjukkan tren positif. Jika dilihat dari sisi produksi, lapangan usaha jasa perusahaan mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni 14,60 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen impor luar negeri mengalami kenaikan tertinggi sebesar 20,45 persen.

PDRB Riau atas dasar harga berlaku tercatat Rp351,08 triliun. Adapun berdasarkan harga konstan 2010, nilai ekonomi daerah ini mencapai Rp159,88 triliun.

Angka tersebut menggambarkan besarnya aktivitas ekonomi yang berlangsung di Riau sepanjang Juli hingga September 2026.

Tumbuh 3,45 Persen Dibandingkan Triwulan Sebelumnya
Pergerakan ekonomi Riau juga terlihat dari perbandingan dengan triwulan II-2026. Dalam hitungan triwulanan atau quarter-to-quarter, ekonomi Riau tumbuh 3,45 persen.

Baca Juga :  Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau, Titik Panas Muncul di Lima Kabupaten

Pengadaan listrik dan gas menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi, mencapai 17,43 persen.

Adapun dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri mencatat pertumbuhan paling tinggi sebesar 19,98 persen.

Kinerja tersebut memperlihatkan adanya peningkatan aktivitas produksi dan perdagangan selama triwulan ketiga tahun ini.

Kontribusi Riau Capai 5,28 Persen terhadap Ekonomi Nasional
Di tingkat nasional, Riau menyumbangkan 5,28 persen terhadap pembentukan perekonomian Indonesia pada triwulan III-2026.

Besaran kontribusi tersebut menempatkan Riau di peringkat keenam sebagai provinsi dengan PDRB terbesar di Indonesia. Sementara untuk wilayah di luar Pulau Jawa, Riau berada di posisi kedua.

Menurut Asep, besarnya kontribusi itu menunjukkan peran Riau dalam menopang perekonomian nasional melalui berbagai aktivitas produksi dan perdagangan.

Baca Juga :  Jejak Harimau Sumatra Ditemukan di Bangkinang, BBKSDA Riau Pasang Kamera Pemantau

Meski demikian, capaian pertumbuhan ekonomi yang positif perlu diikuti dengan penguatan sektor-sektor nonmigas. Perlambatan pertumbuhan nonmigas menjadi salah satu indikator yang patut dicermati agar sumber pertumbuhan ekonomi Riau semakin beragam dan tidak terlalu bergantung pada sektor tertentu.

Dengan posisi ekonomi yang sudah berada di jajaran atas nasional, tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan besarnya PDRB, melainkan memastikan pertumbuhan ekonomi semakin kuat dan berkelanjutan. (mcr)